.

.

Rabu, 14 Maret 2012

PARARATON



MAAF, SUDAH TERJUAL by TANGERANG SELATAN
Judul: PARARATON
terj. Ki. J. Padmapuspita
Tebal: 95 hlm.
PENERBIT: TAMAN SISWA JOGJAKARTA 1966

Kondisi: Lumayan bekas.

Price: IDR 120.000,00  (belum termasuk ongkos kirim)



Siapa yang tidak kenal Ken Angrok atau yang juga tenar dengan sebutan Ken Arok. Tokoh yang kehadirannya sangat kontroversial dan membawa warna tersendiri dalam sejarah Klasik di Nusantara. Hampir setiap orang mulai yang akar rumput hingga yang sundul langit pernah membicarakannya. Kisah hidup Ken Angrok adalah sumber yang tak pernah kering bagi kajian akademis maupun karya – karya yang bersifat imaginatif.
Sebagai cikal-bakal wangsa Penguasa Jawa Dwipa Mandala dan Nusantara, Rajasa Wangsa; kisah hidupnya sangatlah menarik dan misterius. Mulai dari proses kelahiran yang Gaib, Perilakunya yang sangat penuh Kontroversi hingga peneguhannya sebagai Sang Rajasa Amurwabhumi, semuanya sangat membingungkan dan penuh dengan Misteri-misteri.
Hingga saat ini keseluruhan kisah hidup Ken Angrok masih menggelitik para cerdik pandai di berbagai bidang dan para pencinta sejarah guna melakukan Kajian lebih mendalam lagi.
Siapa sebenarnya dan mengapa Ken Angrok ?????


SIAPAKAH AYAH KEN ANGROK?
Ken Angrok, Tokoh yang begitu Kontroversial dalam sejarah Klasik Nusantara. Pendiri dinasti Rajasa dan cikal-bakal Imperium Singhasari yang tidak jelas asal-usulnya. Proses Kelahirannya yang misterius dan dibumbui oleh mitos menjadikan Ken Angrok seorang Tokoh Manusia setengah Dewa.
Dalam Pararaton disebutkan “ Tumurun Sira irika bathara Brahma asanggama lawan Ken Endok, enggenirayuga ring Tegal Lelateng, angenaken strisamaya sira bathara Brahma : ” Hayo kita asanggama lawan lakinta muwah, yen ko asanggamaha lawan lakimu, lakimu mati mwah kacacampuran mene yugamami iku; arane yugamami iku Ken Angrok, iku tembe kang amuter bhumi Jawa” ( Pararaton, terj. Ki. J. Padmapuspita hal9-10).
yang diterjemahkan sebagai : “ Bathara Brahma turun kesitu bertemu dengan Ken Endok, pertemuan mereka kedua ini terjadi di Ladang Lelateng; bathara Brahma mengenakan perdjandjian kepada isteri itu : ” Djangan kamu bertemu dengan lakimu lagi, kalau kamu bertemu dengan suamimu ia akan mati, lagi pula akan tertjampur anakku itu: Nama anakku itu : Ken Angrok, dialah jang akan kelak memerintah tanah Djawa
Suatu cerita yang berbalut mitologi dewa-dewi. tetapi apakah benar demikian adanya?, atau hanya untuk menyamarkan kejadian yang sebenarnya. Beberapa Sarjana mengatakan bahwa itu adalah cerita kiasan yang menyatakan bahwa Ken Angrok sebenarnya adalah anak diluar nikah seorang yang sangat berkuasa. memang hipotesis ini sangat berani, namun tidak menutup kemungkinan karena setelah dewasa Ken Angrok adalah seorang yang Untouchable atau kebal hukum.
terbukti saat ia tertangkap dan akan dibunuh tiba2 ada suara tanpa wujud yang bersabda “ Hayo denira pateni wong iku, sang tyaga, yugamami rare iku, tangeh gawene ring madhyapada
Kalau benar Hipotesis diatas, maka yang jadi pertanyaan adalah SIAPAKAH AYAH KEN ANGROK???


DIMANAKAH DESA KELAHIRAN KEN ANGROK??
Ken Angrok, Tokoh yang sangat kontroversial keberadaannya. Begitu Kontroversialnya sehingga meninggalkan bagian “Gelap” dalam Sejarah klasik masa Singhasari. Bahkan beberapa Ahli Purbakala yang tersohor meragukan Keberadaan Tokoh Ken Angrok, sehingga melahirkan teori bahwa Ken Angrok sebenarnya hanya tokoh Fiktif belaka guna mengisi kekosongan dan menyambung benang merah cerita sejarah Singhasari.
Namun di kubu yang berseberangan beberapa Ahli juga meyakini keberadaan Ken Angrok meskipun sumber tertulis tentangnya sangatlah sedikit. Banyak Karya Ilmiah telah diterbitkan berdasar penelusuran tentang Ken Angrok. salah satunya adalah karya R.Pitono  yang mencoba menelusuri tempat lahir Ken Angrok.
dalam Pararaton disebutkan “ Tumuli Huwusing mangkana Ken Endok mulih marang Pangkur sabrang Lor. Sira Gajah Para maler ing Tjampara sabrang Kidul“. di Pangkur inilah Ken Angrok dilahirkan dan dibuang ke Pabajangan oleh Ibunya, Ken Endok.
Dimanakah letak Pangkur dan Tjampara tersebut?
Apakah benar kata “Sabrang” berkonotasi daerah tersebut dipisahkan oleh sebuah sungai? atau dipisahkan oleh struktur alam yang lain semisal jurang atau bahkan bukit atau Gunung.
Bila benar kata “Sabrang” berkonotasi sungai, pertanyaannya adalah Sungai yang mana? begitu banyak Sungai di daerah Wetaning Kawi (daerah Malang selatan dan Blitar Timur). Kali Brantas,Kali LestiKali Lahor, dan sebagainya
Meski Bapak R.Pitono telah memberikan beberapa petunjuk dalam artikel tulisan Beliau, tetapi hingga kini Posisi Pangkur dan Tjampara masih Misteri………..

KEN ANGROK, ANTARA FIKSI DAN SEJARAH
Setiap orang orang yang pernah mempelajari Sejarah Nusantara pasti mengenal Tokoh Ken Angrok atau yang kadang juga diucapkan sebagai Ken Arok. Tokoh yang begitu kontroversial baik kemunculannya maupun sepak terjangnya. Ken Angrok merupakan magnet tersendiri  bukan hanya bagi ahli sejarah dan arkeolog tetapi hampir setiap orang yang pernah mendengar namanya.
namun tidak semua orang setuju dan meyakini bahwa Ken Angrok adalah Tokoh sejarah yang nyata. Semisal C.C Berg, yang menganggap bahwa Ken Angrok bukan tokoh Sejarah dan Pararaton adalah sebuah Teks yang Supranatural dan Ahistoris.
Sesungguhnya para Sejarawan dan Arkeolog hingga sekarang masih diliputi keraguan mengenai siapa sejatinya tokoh yang berjuluk Ken Angrok ini.
Sebutan Ken Angrok hingga saat ini hanya bisa dijumpai dalam Naskah Pararaton dan kidung Harsa Wijaya saja. Belum ada sumber tertulis lain ataupun Prasasti yang memuat nama Ken Angrok. Bahkan Prasasti Mula Malurung, yang dianggap sebagai pencerah kegelapan zaman Singhasari,juga tidak memuat nama Ken Angrok. Dalam prasasti itu disebutkan bahwa pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bathara Siwa, yang disebut sebagai Kaki atau Kakek dari SriNararya Seminingrat. 
Kitab Desawarnana atau NagaraKrtagama, juga tidak menuliskan banyak tentang tokoh yang satu ini. Tertulis didalamnya bahwa pendiri Kerajaan Singhasari, adalah SangHyang Girinathaputra yang kemudian bergelar Sri Ranggah Rajasa setelah berhasil menaklukan Sri Kertajaya dari Kerajaan Kadhiri.
Melihat ulasan diatas, timbullah pertanyaan ‘” Apa sebenarnya yang menyebabkan julukan Ken Angrok lebih terkenal dibanding dengan Bathara Siwa, Sanghyang Girinathaputra bahkan Sri Ranggah Rajasa yang merupakan gelar resmi Cikal – Bakal Singhasari?”   Sedangkan Proses pola berpikir yang menyamakan Bathara Siwa dalam Mula malurungSri Ranggah Rajasa dalam Nagarakrtagama dengan Ken Angrok dalam Pararaton  masih sebatas konsumsi para Sarjana terkait saja; Masyarakat awam tidak pernah tahu bahwa Ken Angrok masih menyimpan beirbu misteri.
Bahkan nama Ken Angrok sendiri serta atribut “Ken” masih menjadi perdebatan hingga saat ini mengenai arti dan penggunaannya. Dalam kamus Jawa Kuna dan Sansekerta, tidak ditemukan entri kata Angrok. Demikian juga atribut Ken. Sebagian Sejarawan menyimpulkan bahwa atribut Ken berarti Kain dan digunakan untuk para pembesar yang berkain. bila benar demikian, mengapa atribut Ken hanya dikenal dalam naskah Pararaton saja? dan terbatas pada Ken Angrok serta beberapa orang yang berhubungan dengannya.
Kisah hidup dan misteri-misteri yang melingkupi tokoh Ken Angrok memang sangat menarik untuk diperbincangkan. tidak sedikit Karya Sastra baik berupa Puisi, Prosa bahkan tulisan Populer terinspirasi olehnya. Mulai dari Sang Maestro Pramoedya Ananta Toer dengan “Arok-Dedes“nya hingga yang terbaru Langit Kresna Hariadi ( ElKaHa) melalui serial “Candi Murca“nya, kesemuanya terinspirasi dan berusaha mengisi ruang-ruang gelap dalam kisah hidup Ken Angrok dengan Imaginasi mereka masing-masing.
Apapun pendapat orang tentang ketokohan Ken Angrok, dan ditengah kontroversi yang terjadi dalam kisah hidupnya; nama Ken Angrok beserta misterinya merupakan topik yang layak untuk dikaji terus secara lebih mendalam guna memperkaya Sejarah dan Budaya Nusantara.

SUMBER ARTIKEL:
http://pandupusaka.wordpress.com/misteri-ken-angrok-sang-amurwabhumi-jawadwipa-mandala/








4 komentar:

Anonim mengatakan...

kalau buku primbon asmaragama kuno ada nggak

Anonim mengatakan...

buku tentang apa ya?

Ponco Sastrogambar mengatakan...

pesen buku ini kirim Magelang jadi berapa ?

Mansur Hidayat mengatakan...

apa buku Pararatonnya masih ada?. Kalau tidak yang berupa file dari Padmapuspita

Posting Komentar

Jangan lupa menuliskan sedikit komentar ya....? banyak juga boleh..........thanks.....

Related Post

ShareThis