.

.

Rabu, 03 Juli 2013

Majalah Fikiran Ra’jat 1932

TERJUAL
Harga belum termasuk ongkir
HARGA PER MAJALAH Rp.20 rb
harus beli 1 set Rp.500.000

KONDISI: BAGUS, LAMA DI GUDANG JAKARTA 19 NOPEMBER 1977
ada 1 Majalah pembuka tanpa nomor, 20 hal
Majalah Nomor 1-5
Majalah Nomor 6 & 7 jadi 1 majalah, 21 hal
Majalah Nomor 8-9
Majalah Nomor 10 & 11 jadi 1 majalah 22 hal
Majalah Nomor 12-26

Total lengkap majalahnya ada 25 biji (1 majalah pembuka tanpa nomor. Majalah nomor 1-26 lengkap)

Majalah Fikiran Ra’jat 1932: suara Marhaen anti kapitalisme dan imperialisme

Hendry Gustian

Majalah Fikiran Ra’jat 1932-1933 yang dipimpin oleh Soekarno
yang mulanya sebagai salah satu alat untuk menyatukan PNI Baru dengan Partindo. Namun, setelah. Soekarno memilih masuk Partindo majalah ini tetap berusaha menjaga kenetralannya dan aroma. persatuannya walau pada akhirnya sedikit berbau Partindo. Hal ini dapat dilihat dari kiprahnya sebagai wakil marhaen dalam menyuarakan pandangan anti kapitalisme dan imperialisme dalam usaha untuk mencapai Indonesia merdeka. Kiprah majalah Fikiran Ra’jat sebagai wakil marhaen dalam menyuarakan pandangan anti kapitalisme dan imperialisme dalam penelitian ini dilihat melalui pemaparan dan pembahasan beberapa contoh karikatur, artikel dan primbon politik. Karikatur, Artikel dan Primbon Politik yang bernada radikal,ndaya cetak dan jangkaunya yang luas pada akhirnya menyebabkan majalah Fikiran Ra’jat dilarang peredarannya.




Senin, 01 Juli 2013

Presiden Sukarno Di Tiongkok

Cover depan lapisan kain
hal judul
foto-foto
TERJUAL
Harga: Rp.250.000
Presiden Sukarno Di Tiongkok
Penerbit Pustaka Bahasa Asing tahun 1956. 
Tebal: 171 halaman. 
Kondisi: 90% bagus. 
Ditjetak di Republik Rakjat Tiongkok

Presiden Sukarno Di Tiongkok, Penerbit Pustaka Bahasa Asing tahun 1957. Buku ini meupakan rekaman perjalanan presiden Sukarno di Tiongkok, pada 30 September 1956. Buku ini berisikan banyak pidato Bung Karno selama kunjungannya di Tiongkok/Cina. Selain pidato Bung Karno, buku ini juga memuat pidato Menteri Luar Negeri RI Roeslan Abdulgani, pidato pemimpin2 Tiongkok dan siaran pers bersama. Buku ini juga dilengkapi dengan beberapa oto kunjungan presiden Sukarno saat itu
bung karno tos dengan Mao tse tung
bersama aktivis2 di tiongkok
cover belakang, kain polosan buluk

foto pada halaman terakhir
 

Related Post

ShareThis