.

.
Tampilkan postingan dengan label SUDAH TERJUAL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUDAH TERJUAL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2012

DIPANEGARA


 
 
  MAAF, SUDAH TERJUAL by TANGERANG SELATAN
Judul: DIPANEGARA
Dikarang oleh: MUHAMMAD YAMIN
Penerbit: JAJASAN PEMBANGUNAN DJAKARTA
Edisi : Soft Cover
Halaman: 127
Tjetakan : KeTIGA 1952
Kondisi lumayan bagus

Price : IDR 100.000,00  



Oleh: Nurel Javissyarqi*


Sebelum jauh merambah pada karya Beliau, terus terang saya terusik dengan ejaan Diponegoro menjadi Dipanegara. Kenapa Bojonegoro tidak dirubah menjelma Bajanegara? Dst. Bagi saya tetap menggunakan logat aslinya (:Jawa) yakni Diponegoro, disamping mengukuhkan literatur yang terakhir ada. Berangkat dari asal dialek, daya pamornya dapat disadap lebih mantab, saat mengejawantahkan suatu kalimah, apalagi kerja bersastra.

Di tanah Jawa, sebutan Pangeran yang kesohorannya melebihi raja-raja kecil  ialah Pangeran Diponegoro. Padahal jauh di benaknya tiada membanggakan titel itu, ia lebih nyaman sebagai rakyat biasa, lebih berasa mengunyah asin garam kehidupan jelata. Tak ada pantulan lain, selain kesadaran berontak-lah hal tersebut terbit, menyunggi matahari bencah Dwipa kala itu.

Saat membaca roman sejarah karangan J.H. Tarumetor TS. yang bertitel “Aku Pangeran Dipanegara” penerbit Gunung Agung Djakarta 1966. Saya merasakan betapa sengit pergolakan kemerdekaan, yang berkumandang terang mewujudkan idealitas kebebasan, dari kungkungan rezim penjajahan, yang sewenang-wenang mengadu-domba darah biru, darah merah bumiputra. Adalah berdasar niat suci, perlawanan terus dikibarkan, bergerilya menculik musuh dengan panah api, sekali waktu berhadap muka meriam dengan tombak, keris dan bambu runcing.

Tiap-tiap laluan parit, tebing curam, kaki bukit, semak belukar, hutan rimba, batu licin derasnya air sungai, padang amis darah rumput, merupakan referensi dalam meningkatkan mutu pemberontakan dikemudian hari. Maka ingatan senantiasa harus terawat, terbasuh kucuran kesadaran, semisal kelembutan air bersanggup menelusup ke serat-serat batu, mendenting melobangi bebatuan pada goa perenungan. Niscaya tubuh kebangsaan berteriak lantang, manakala kaki-kaki rumput terinjak sepatu besi, kuda-kuda birahi yang kesurupan serupa kompeni. Jika berkaca pada cermin masa kini, nasib tanah pertiwi terserang virus-virus korupsi.

Ontowiryo (bahasa Indonesia usil menulisnya dengan Antawirya, nama kecil Pangeran Diponegoro), ia terlahir pada tanggal 11 November 1785 di Yogyakarta, dan wafat pada tanggal 8 Januari 1855 di benteng Rotterdam kota Makasar. Sebagaimana catatan Muhammad Yamin dalam bukunya yang berjudul, Sedjarah Peperangan “Dipanegara” Pahlawan Kemerdekaan Indonesia, penerbit Jajasan Pembangunan Djakarta 1952, tjtakan ketiga. Jika menengok literatur YB. Sudarmanto, terbitan Grasindo 1996 yang berjudul “Jejak-Jejak Pahlawan dari Sultan Agung hingga Syekh Yusuf” membubuhi puisi Chairil Anwar yang berlabel “Diponegoro”: Di depan sekali tuan menanti/ Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali/ Pedang di kanan, keris di kiri/ Berselempang semangat yang tak bisa mati.

Di bawah ini saya tunjuntukkan Pangeran Diponegoro sebagai Pujangga Indonesia, sebelum santri Tegalsari R. Ng. Ronggowarsito. Bermaksud menguri-uri ruhaniah pertiwi atas tumbal para pemudanya, guna jejiwa mengikuti kegigihannya. Menempa mental agar tak berkarat dimakan usia, tidak busuk dalam buih kecewa. Andai kedangkalan gurit sekadar kenangan, masih bersimpan semangat pengguratnya. Apalagi tetembangan yang dihasilkan dari jiwa-jiwa paripurna kepahlawanan; tidak tunduk harta benda, pangkat jabatan maupun gadis-gadis berambut pirang.

Demikian simaklah…

Sun amedar surasaneng ati

atembang pamijos

pan kinarjo anglipur brangtane

aneng kita Menado duk kardi

tan ana kaeksi.


Mapan katah kang keraseng galih

ing tingkah kadudon

pan mengkana ing tijas pangestine

kaja paran polahingsun iki

jen tan ana ugi

apura Ijang Agung.



Lara wirang pan wus sun lakoni

nging panuhuningong

ingkang kari dan kang dingin kabeh

kaluarga ngestokken jekti

mring Agama Nabi

oleh pitulung.



Ketika membaca bahasa asalnya, tubuh penyaksi gemetaran; bulu-bulu berdiri seolah jejarum di jemari tangan perawan, menyuntik seluruh jasad yang memendam masa silam. Sejarah dihasilkan kerja kesungguan, tak ada basa-basi tersimpan, seluruhnya meruang-waktu kejadian lampau. Perjuangan suci mengukuhkan lelangkah menjadi panutan dikemudian hari. Bahasa bukan sekadar penyampai, di dalamnya ada dinaya, sukma yang terekam membetot jatah dipertarungkan ruang-waktu pembaca. Maka usah sekali-kali menganggap remeh sikap pembacaan, agar tak terhempas gelombang kelupaan sebelum sampai tujuan.

Di bawah ini salinan maknawi karya beliau:



Hamba curahkan perasaan kalbu yang fitri

mengarang syair menghibur duka-nestapa

menyusun karangan di kota Manado

ketika tak kelihatan pandangan mata

selain daripada Tuhan Yang Maha Esa.



Banyaklah yang terasa dalam hati

berbuat kelakuan yang salah arah

sampai timbul jantung berfikiran:

apakah jadinya hamba hina ini,

sekiranya tingkah perbuatan itu

tidak diturunkan ampun,

oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.



Pedih-pilu, hina bencana dirasa

tetapi memohonkan sungguh,

supaya kehilafan dahulu dan kemudian

diturunkan pengampunan dari Tuhan,

kepada keluarga dan sanak saudara

yang dengan ikhlas sepenuh sungguh

menuruti ajaran Nabi pembawa sabda.



Demikian Tembang Midjil yang disusun Pangeran Diponegoro di kota Manado, sebagai Muqaddimah “Babad Diponegoro,” yang dirampungkannya di kota Makasar. Babad tersebut berisikan sejarah leluhur, tareh runtuhnya kerajaan Majapahit hingga detik-detik akhir Beliau. Perjuangan tangan-tangan baja, kaki-kaki gajah, amis darah segar, keringat berdebu, harta-nyawa melayang-layang selama lima tahun terus-menerus melawan penjajahan, dari tanggal 20 Juli 1825 sampai 28 Maret 1830. Dan seperempat abad Beliau meringkuk di benteng tawanan, mendekam terisolasi di tanah asing pembungan. Dimana kurun waktu menyimpan peristiwa, tempo suatu kenangan menjelma harmoni tetembangan, kejayaan hati bergetar dalam perjuangan.

Ontowiryo atau Pangeran Diponegoro, diberi gelar rakyaknya dengan sebutan; “Sultan Abdulhamid Herutjokro Amirul Mukminin Syaidina Panatagama Khalifatulloh Tanah Djawa.” Bersama Sentot Prawirodirdjo serta Kiai Modjo, membakar medan peperangangan di lingkup tanah tengah dwipa; Selarong, Dekso, Pleret, Lengkong, kaki Gunung Merapi, Bantul, Kedjiwan, Gawok, Bagelen, Banyumas, Pekalongan, Ledok, Semarang, Rembang, Bojonegoro, Madiun, Pengasih, Banyumeneg, Kedu, dan seluruh ruh bumi Nusantara berbangkit atas hembusan badai pemberontakannya.

Adalah tak diragukan lagi, tubuh-tubuh yang terpendam tanah pertiwi sebagai daulat kesatuan, bagi hakikat paku bumi, gunung-gunung tertancap, agar tak buyar makna ke-Indonesia-an. Dimana tiap-tiap pergolakan terangkat, embun pagi kabarkan peristiwa makna puitik, lahir dari pergumulan ruh abthin matahari. Dan sisanya tersimpan dalam resapan daun-daun sejarah. Niscaya pancaran hati, atas pantulan tekad memperjuangkan tanah sepenuh jiwa, tulus setia menghadap Ridho-Nya.



Jatim, 19 Maret 2009, kamis legi Rabiul Awal 1430 H.



*) Pengelana asal Lamongan,


SUMBER ARTIKEL:
http://www.poetikaonline.org/2011/04/kaepujanggaannya-pahlawan-diponegoro.html




WIRID MA'LUMAT JATI

MAAF, SUDAH TERDJUAL BY SURABAYA



Judul:  WIRID MA'LUMAT JATI
Karya R.Ng. Ranggawarsita (Sadu budi, ditulis ulang oleh R. Tanoyo – 1975)
Tebal: 76 halaman.
Kondisi: LUMAYAN.

Price: IDR 50.000,00  (belum termasuk ongkos kirim)

Rabu, 14 Maret 2012

PARARATON



MAAF, SUDAH TERJUAL by TANGERANG SELATAN
Judul: PARARATON
terj. Ki. J. Padmapuspita
Tebal: 95 hlm.
PENERBIT: TAMAN SISWA JOGJAKARTA 1966

Kondisi: Lumayan bekas.

Price: IDR 120.000,00  (belum termasuk ongkos kirim)



Siapa yang tidak kenal Ken Angrok atau yang juga tenar dengan sebutan Ken Arok. Tokoh yang kehadirannya sangat kontroversial dan membawa warna tersendiri dalam sejarah Klasik di Nusantara. Hampir setiap orang mulai yang akar rumput hingga yang sundul langit pernah membicarakannya. Kisah hidup Ken Angrok adalah sumber yang tak pernah kering bagi kajian akademis maupun karya – karya yang bersifat imaginatif.
Sebagai cikal-bakal wangsa Penguasa Jawa Dwipa Mandala dan Nusantara, Rajasa Wangsa; kisah hidupnya sangatlah menarik dan misterius. Mulai dari proses kelahiran yang Gaib, Perilakunya yang sangat penuh Kontroversi hingga peneguhannya sebagai Sang Rajasa Amurwabhumi, semuanya sangat membingungkan dan penuh dengan Misteri-misteri.
Hingga saat ini keseluruhan kisah hidup Ken Angrok masih menggelitik para cerdik pandai di berbagai bidang dan para pencinta sejarah guna melakukan Kajian lebih mendalam lagi.
Siapa sebenarnya dan mengapa Ken Angrok ?????


SIAPAKAH AYAH KEN ANGROK?
Ken Angrok, Tokoh yang begitu Kontroversial dalam sejarah Klasik Nusantara. Pendiri dinasti Rajasa dan cikal-bakal Imperium Singhasari yang tidak jelas asal-usulnya. Proses Kelahirannya yang misterius dan dibumbui oleh mitos menjadikan Ken Angrok seorang Tokoh Manusia setengah Dewa.
Dalam Pararaton disebutkan “ Tumurun Sira irika bathara Brahma asanggama lawan Ken Endok, enggenirayuga ring Tegal Lelateng, angenaken strisamaya sira bathara Brahma : ” Hayo kita asanggama lawan lakinta muwah, yen ko asanggamaha lawan lakimu, lakimu mati mwah kacacampuran mene yugamami iku; arane yugamami iku Ken Angrok, iku tembe kang amuter bhumi Jawa” ( Pararaton, terj. Ki. J. Padmapuspita hal9-10).
yang diterjemahkan sebagai : “ Bathara Brahma turun kesitu bertemu dengan Ken Endok, pertemuan mereka kedua ini terjadi di Ladang Lelateng; bathara Brahma mengenakan perdjandjian kepada isteri itu : ” Djangan kamu bertemu dengan lakimu lagi, kalau kamu bertemu dengan suamimu ia akan mati, lagi pula akan tertjampur anakku itu: Nama anakku itu : Ken Angrok, dialah jang akan kelak memerintah tanah Djawa
Suatu cerita yang berbalut mitologi dewa-dewi. tetapi apakah benar demikian adanya?, atau hanya untuk menyamarkan kejadian yang sebenarnya. Beberapa Sarjana mengatakan bahwa itu adalah cerita kiasan yang menyatakan bahwa Ken Angrok sebenarnya adalah anak diluar nikah seorang yang sangat berkuasa. memang hipotesis ini sangat berani, namun tidak menutup kemungkinan karena setelah dewasa Ken Angrok adalah seorang yang Untouchable atau kebal hukum.
terbukti saat ia tertangkap dan akan dibunuh tiba2 ada suara tanpa wujud yang bersabda “ Hayo denira pateni wong iku, sang tyaga, yugamami rare iku, tangeh gawene ring madhyapada
Kalau benar Hipotesis diatas, maka yang jadi pertanyaan adalah SIAPAKAH AYAH KEN ANGROK???


DIMANAKAH DESA KELAHIRAN KEN ANGROK??
Ken Angrok, Tokoh yang sangat kontroversial keberadaannya. Begitu Kontroversialnya sehingga meninggalkan bagian “Gelap” dalam Sejarah klasik masa Singhasari. Bahkan beberapa Ahli Purbakala yang tersohor meragukan Keberadaan Tokoh Ken Angrok, sehingga melahirkan teori bahwa Ken Angrok sebenarnya hanya tokoh Fiktif belaka guna mengisi kekosongan dan menyambung benang merah cerita sejarah Singhasari.
Namun di kubu yang berseberangan beberapa Ahli juga meyakini keberadaan Ken Angrok meskipun sumber tertulis tentangnya sangatlah sedikit. Banyak Karya Ilmiah telah diterbitkan berdasar penelusuran tentang Ken Angrok. salah satunya adalah karya R.Pitono  yang mencoba menelusuri tempat lahir Ken Angrok.
dalam Pararaton disebutkan “ Tumuli Huwusing mangkana Ken Endok mulih marang Pangkur sabrang Lor. Sira Gajah Para maler ing Tjampara sabrang Kidul“. di Pangkur inilah Ken Angrok dilahirkan dan dibuang ke Pabajangan oleh Ibunya, Ken Endok.
Dimanakah letak Pangkur dan Tjampara tersebut?
Apakah benar kata “Sabrang” berkonotasi daerah tersebut dipisahkan oleh sebuah sungai? atau dipisahkan oleh struktur alam yang lain semisal jurang atau bahkan bukit atau Gunung.
Bila benar kata “Sabrang” berkonotasi sungai, pertanyaannya adalah Sungai yang mana? begitu banyak Sungai di daerah Wetaning Kawi (daerah Malang selatan dan Blitar Timur). Kali Brantas,Kali LestiKali Lahor, dan sebagainya
Meski Bapak R.Pitono telah memberikan beberapa petunjuk dalam artikel tulisan Beliau, tetapi hingga kini Posisi Pangkur dan Tjampara masih Misteri………..

KEN ANGROK, ANTARA FIKSI DAN SEJARAH
Setiap orang orang yang pernah mempelajari Sejarah Nusantara pasti mengenal Tokoh Ken Angrok atau yang kadang juga diucapkan sebagai Ken Arok. Tokoh yang begitu kontroversial baik kemunculannya maupun sepak terjangnya. Ken Angrok merupakan magnet tersendiri  bukan hanya bagi ahli sejarah dan arkeolog tetapi hampir setiap orang yang pernah mendengar namanya.
namun tidak semua orang setuju dan meyakini bahwa Ken Angrok adalah Tokoh sejarah yang nyata. Semisal C.C Berg, yang menganggap bahwa Ken Angrok bukan tokoh Sejarah dan Pararaton adalah sebuah Teks yang Supranatural dan Ahistoris.
Sesungguhnya para Sejarawan dan Arkeolog hingga sekarang masih diliputi keraguan mengenai siapa sejatinya tokoh yang berjuluk Ken Angrok ini.
Sebutan Ken Angrok hingga saat ini hanya bisa dijumpai dalam Naskah Pararaton dan kidung Harsa Wijaya saja. Belum ada sumber tertulis lain ataupun Prasasti yang memuat nama Ken Angrok. Bahkan Prasasti Mula Malurung, yang dianggap sebagai pencerah kegelapan zaman Singhasari,juga tidak memuat nama Ken Angrok. Dalam prasasti itu disebutkan bahwa pendiri Kerajaan Tumapel adalah Bathara Siwa, yang disebut sebagai Kaki atau Kakek dari SriNararya Seminingrat. 
Kitab Desawarnana atau NagaraKrtagama, juga tidak menuliskan banyak tentang tokoh yang satu ini. Tertulis didalamnya bahwa pendiri Kerajaan Singhasari, adalah SangHyang Girinathaputra yang kemudian bergelar Sri Ranggah Rajasa setelah berhasil menaklukan Sri Kertajaya dari Kerajaan Kadhiri.
Melihat ulasan diatas, timbullah pertanyaan ‘” Apa sebenarnya yang menyebabkan julukan Ken Angrok lebih terkenal dibanding dengan Bathara Siwa, Sanghyang Girinathaputra bahkan Sri Ranggah Rajasa yang merupakan gelar resmi Cikal – Bakal Singhasari?”   Sedangkan Proses pola berpikir yang menyamakan Bathara Siwa dalam Mula malurungSri Ranggah Rajasa dalam Nagarakrtagama dengan Ken Angrok dalam Pararaton  masih sebatas konsumsi para Sarjana terkait saja; Masyarakat awam tidak pernah tahu bahwa Ken Angrok masih menyimpan beirbu misteri.
Bahkan nama Ken Angrok sendiri serta atribut “Ken” masih menjadi perdebatan hingga saat ini mengenai arti dan penggunaannya. Dalam kamus Jawa Kuna dan Sansekerta, tidak ditemukan entri kata Angrok. Demikian juga atribut Ken. Sebagian Sejarawan menyimpulkan bahwa atribut Ken berarti Kain dan digunakan untuk para pembesar yang berkain. bila benar demikian, mengapa atribut Ken hanya dikenal dalam naskah Pararaton saja? dan terbatas pada Ken Angrok serta beberapa orang yang berhubungan dengannya.
Kisah hidup dan misteri-misteri yang melingkupi tokoh Ken Angrok memang sangat menarik untuk diperbincangkan. tidak sedikit Karya Sastra baik berupa Puisi, Prosa bahkan tulisan Populer terinspirasi olehnya. Mulai dari Sang Maestro Pramoedya Ananta Toer dengan “Arok-Dedes“nya hingga yang terbaru Langit Kresna Hariadi ( ElKaHa) melalui serial “Candi Murca“nya, kesemuanya terinspirasi dan berusaha mengisi ruang-ruang gelap dalam kisah hidup Ken Angrok dengan Imaginasi mereka masing-masing.
Apapun pendapat orang tentang ketokohan Ken Angrok, dan ditengah kontroversi yang terjadi dalam kisah hidupnya; nama Ken Angrok beserta misterinya merupakan topik yang layak untuk dikaji terus secara lebih mendalam guna memperkaya Sejarah dan Budaya Nusantara.

SUMBER ARTIKEL:
http://pandupusaka.wordpress.com/misteri-ken-angrok-sang-amurwabhumi-jawadwipa-mandala/








Sabtu, 10 Maret 2012

SURAPATI


MAAF, SUDAH TERJUAL by TANGERANG SELATAN

Judul: SURAPATI
Penulis: ABDOEL MOEIS
Tebal: 307
Penerbit: PN Balai Pustaka, dJakarta
Tahun: Cetakan Keempat, 1965
Kondisi: Lumayan Bagus

Price: IDR 150.000,00  (belum termasuk ongkos kirim)



Surapati merupakan karya sastra berlatar belakang sejarah.Tentang nama Surapati. Tidak dapat dipisahkan dengan tokoh utama dalam cerita ini yaitu Untung.Siapakah untung sebenarnya ?, Ia terlahir sebagai budak,diempaskan dari kampong halamannya serta kerabatnya.semasa ia masih kanak-kanak,sesudah remaja ia dipenjara,disiksa siang malam, karena ia mencintai Suzanne dan Suzanne mencintainya.
Kisah ini dimulai dengan kehidupan tuan Edeller Moor bangsa Belanda.Dia mempunyai seorang anak perempuan bernama Suzanne.Pada saat usianya menginjak enam bela tahun, Suzanne tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik wajahnya. Selain Suzanne Adeller Moor juga mempunyai seorang budak bernama Untung.Untung dibeli oleh Adeller Moor dari seorang bernama Van Beber dengan maksud sebagai teman bermain bagi Suzanne, saat Suzanne masih kecil.Asal-usul Untung diperkirakan dari Bali.
Kedekatan Untung dan Suzanne menjadikan keduanya saling mencintai.Pada akhirnya pada suatu hari secara diam-diam, atas bantuan Kiai Ebun keduanya melangsungkan pernikahan secara islam.
Mendengar berita tentang pernikahan anaknya tersebut, Adeller Moor marah besar .Akibatnya Untung bersama dengan Kiai Ebun ayahnya dimasukkan ke dalam penjara.
Dengan bantuan teman-teman seperjuangan Untung yang dimotori oleh Wirayuda, akhirnya untuk dapat keluar dari penjara.Setelah keluar dari penjara untung bersama kawan-kawannya melakukan perlawanan terhadap Belanda.Karena persenjataan serta jumlahnya yang kalah, maka untung dikejar dan dicari oleh Belanda.
Pada bagian lain dikisahkan tentang kekalahan Sultan atas Belanda, yang mengakibatkan istananya dibakar.Hal ini mengakibatkan pengeran Purbaya beserta Raden Gusik Kusuma istrinya melarikan diri mencari tempat persembunyian. Pada saat seperti ini Untung dan Raden Gusik Kusuma sering bertemu. Raden Gusik Kusuma menaruh hati kepada Untung.Pada saat itu juga untung menerima surat dari Suzanne.Untung bingunng memilih.Dia telah jatuh hati pada Raden Gusik Kusuma istri pangeran Purbaya,begitu pula yang dirasa Raden Gusik.Namun bayangan Suzanne yang dinikahinya dan telah memiliki seorang anak darinya,tak juga lekas berlalu.
Pelarian Untung beserta Gusik Kusuma sampai di daerah Cirebon.Sebelum masuk wilayah Cirebon,ia dihadang oleh Surapati beserta anak buahnya. Surapati adalah anak angkat sultan Cirebon.Surapati tidak menyukai kehadiran Untung, untuk itu ia memerintahkan anak buahnya untuk menyerang rombongan untung.Karena merasa kalah dalam peperangan, maka di depan Sultan Surapati menghasut untung melakukan pembunuhan pada pasukan Surapati.
Hasutan Surapati seperti senjata makan tuan, sebab atas kesaksian Raden Gusik,Surapati dinyatakan bersalah. Akibatnya setelah di siding, Surapati harus menerima hukuman bunuh.Setelah kematian Surapati, sultan memberikan kehormatan kepada Untung dengan julukan “ Raden Surapati”.
Selanjutnya Surapati beserta Raden Gusik melakukan perjalanan ke Kartasura.Di kepatihan Nerangkusuma, Surapati dan Raden Gusik dinikahkan.Setelah peristiwa tersebut Surapati mendapatkan kedudukan.Karena ada peralihan pemerintahan di Kartasura,maka Surapti meninggalkan keratin menuju Kediri, sampai saatnya sampai di Bangil Pasuruan.
Dinilah Surapati bertemu dengan Robert anaknya.Namun dalam pertemuan tersebut Robert dating atas nama Kompeni. Begitu tahu bahwa Robert anaknya, maka Surapati beserta Raden Gusik membujuk agar Robert mau tinggal bersamanya..Namun Robert menolaknya.
Dalam suatu pertempuran dengan kompeni, Surapati terlukan , yang akhirnya mengakibatkan ia meninggal dunia.



Jumat, 09 Maret 2012

BAPAKKU IBUKU


 
MAAF, SUDAH TERJUAL by CIREBON
Judul: "BAPAKKU IBUKU " (Dua Manusia Yang Kucintai dan Kukagumi)
Oleh: Rachmawati Soekarno seperti yang dituturkan kepada Titiek W.S.
 Cetakan ke-dua Mei
Tahun, 1985, 261 hal  
Edisi : Soft Cover
Kondisi: bagus…………..
 
 
Price: IDR 55.000,00  (belum termasuk ongkos kirim)

Bapakku Ibuku (Dua Manusia Yang Kucintai dan Kukagumi)
Ibuku seorang wanita yang luar biasa
Bung Karno adalah Bapak yang sangat Kubutuhkan,Kukagumi,Kucintai,Kusegani....
Kenyataan tengtang diri Bapakku, kelebihan dan kekurangannya,harus kuterima dengan kebanggaan penuh seorang anak yang sangat mencintai bapaknya, aku mengerti bahwa sebagian besar waktu Bapak adalah untuk bangsa dan negara yang dicintainya.
Dan dengan buku ini sendiri Rachmawati menyatakan, Aku menuliskannya dengan segala rasa cinta dan pengabdian kepada Bapakku,aku mengabadikannya hari-hariku bersamanya dengan rasa bakti seorang anak yang ingin sekali membalas segala jasa dan budi












Kamis, 08 Maret 2012

TATANEGARA MAJAPAHIT, SAPTA PARWA


Cover Jacket depan
 
MAAF, SUDAH TERJUAL by TANGERANG SELATAN
Judul: TATANEGARA MAJAPAHIT, SAPTA PARWA
Oleh: Prof. M. YAMIN
Penerbit: DJAJABAKTI MCMLX- Djakarta 1959
Edisi : Hard Cover
Bahasa: Indonesia Ejaan Lama
Tjetakan : pertama Djakarta  1962, Tahun pembebasan Irian Barat
Kondisi: BEKAS, CUKUP BAIK


ALL, Price : -DJILID 1-4: IDR 3.500.000,00  (belum termasuk ongkos kirim)
 
Jilid 1-4


RISALAH SAPTA PARWA BERISI 7 DJILID ATAU PARWA, HASILPENELITIAN KETATANEGARAAN INDONESIA TENTANG DASAR DAN BENTUK NEGARA NUSANTARA BERNAMA MADJAPAHIT
1293 - 1525

Perkembangan kerajaan Majapahit yang mencapai puncaknya pada abad ke-14, akhirnya mulai mengalami proses kemunduran setelah Gajah Mada meninggal pada tahun 1364, kemudian disusul meninggalnya Hayam Wuruk pada tahun 1389. Kewibawaan kerajaan Majapahit mulai menurun, karena sistem sentralisasi yang ditetapkan oleh Gajah Mada selama memangku mahapati. Akibatnya daerah-daerah bawahan banyak yang memisahkan diri, seperti Minangkabau, Tanjungpura, dan berbagai kerajaan kecil lainnya. Muhammad Yamin dalam buku Tatanegara Majapahit melukiskan:
“Tidak berapa lamanya sesudah Prabu Hayam Wuruk meninggal, maka mulailah negara Majapahit memperlihatkan tanda-tanda kemundurannya yang berjalan terus sampai permulaan abad ke-16, inilah zaman runtuhnya negara Majapahit yang akan berakhir dengan habis musnahnya atau hilang tenggelamnya kerajaan itu sebagai susunan politik.”1)
Situasi dan kondisi Majapahit semakin tidak menentu setelah meninggalnya kedua tokoh tersebut. Kekacauan di istana timbul sebagai akibat pertentangan di kalangan kerabat istana dalam usaha merebut tahta pemerintahan. Hal ini nampak pada masa pemerintahan Wikramawardhana dengan Bre Wirabumi, yang memuncak dengan pecahnya perang Paregreg tahun 1401.
Pertentangan dalam kerabat istana tersebut, menyebabkan lemahnya pemerintahan pusat kerajaan Majapahit, sehingga pengawasan terhadap daerah-daerah bawahan berkurang. Majapahit mengalami proses disintegrasi. Situasi-situasi inilah yang melemahkan kerajaan Majapahit yang pada akhirnya membawa kepada keruntuhannya. Menurut N.J. Krom:
“Bahwa keruntuhan didahului oleh melemahnya pusat pemerintahan dan pelemahan ini tidak disebabkan terutama sekali oleh pertentangan agama Hindu yang sedang turun dan agama Islam yang sedang naik, melainkan semata-mata oleh pertentangan dalam negeri yang berupa perang saudara dan perpecahan kekuasaan.”2)
Di samping itu sistem sentralisasi yang diterapkan oleh Gajah Mada semasa kepatihannya, tidak dapat lagi dilakukan karena tidak adanya kaderisasi. Perkembangan selanjutnya, setelah pemerintahan Wikramawardana, pertentangan dalam pemerintahan Majapahit semakin meningkat. Namun tercatat beberapa penguasa di Majapahit.
Ratu Suhita (1429-1447)
Raja Wijayaparakramawardhana (1447-1451)
Raja RAjaswawardhana (1451-1453)
Ada selang tiga tahun tidak ada raja yang memerintah, yang mungkin disebabkan oleh krisis pergantian raja ….
Masa pemerintahan dua orang raja lagi dapat diketahui, yakni:
Girisawardhana (1456-1466) dan Singhawikramawardhana (1446-1478).3)
Singhawikramawardhana dianggap sebagai raja terakhir kerajaan Majapahit. Tahun 1478 sering dijadikan sebagai patokan keruntuhan Majapahit. Para ahli sejarah masih memperdebatkan tentang keruntuhan Majapahit, sebab ada yang menyebutkan bahwa keruntuhannya sekitar tahun 1518-1521.4) Menurutnya setelah Majapahit ditaklukkan oleh Demak. Sementara itu Muhammad Yamin dalam bukunya 6000 tahun sang merah putih, memperkirakan keruntuhan Majapahit sekitar tahun 1525.5)
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penyebab runtuhnya Majapahit adalah:
a.  Tidak ada pemimpin yang cakap sepeninggal Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada
b.  Lemahnya pemerintahan pusat akibat pertentangan antara kerabat istana
c.  Terjadinya perang saudara (Perang Paregreg)
d.  Ekspansi Kerajaan Demak
Kalau tahun 1478 menjadi patokan keruntuhan Majapahit, boleh jadi hal itu menyangkut pemerintahan pusat yang berlokasi di Tarik (Blitar) dan mungkin juga berpindah ke Daha atau Kediri. Hal ini akan menjadi jelas jika bukti-bukti baru yang lebih akurat dan otentik ditemukan.

SUMBER ARTIKEL:

Ketebalan buku, dari bawah ke atas jilid 1-4

Dari atas ke bawah jilid 1-4

Jacket masih lumayan

Djilid 3 ada yg sobek jacketnya

DJILID1

DJILID 2

DJILID3

DJILID 4
COVER JACKET YG BELAKANG SALAH SATU DJILID ADA YG SOBEK

KEEMPAT COVER BUKU MASIH BAIK

ISI DALAM BUKU PARWA 1 & 2

ISI DALAM BUKU PARWA 1 & 2
ISI DALAM BUKU PARWA 3 &4

ISI DALAM BUKU PARWA 3 &4
KEEMPAT DJILID/PARWA

KEEMPAT DJILID/PARWA

Related Post

ShareThis