.

.
Tampilkan postingan dengan label SASTRA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SASTRA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Agustus 2013

SYAIR BUAT AYAH

cover depan
Penulis : ANDY FIRMANSYAH
Tebal : vi + 257
Harga : Rp. 51.900,00
ISBN : 978-602-225-719-6


cover belakang depan

Sinopsis:
Syair buat Ayah, merupakan kumpulan dari cerita pendek, esai, pantun, dan pidato... yang mana di dalamnya dipersilakan para pembaca untuk memberikan penafsirannya sendiri perihal apa yang dapat ditangkap dari deretan kata-kata yang tidak beraturan ini. Terasa sulit sekali saya untuk memilah golongan apa tulisan yang masuk ini, pada ranah berbagai macam pemunculan karakter-karakter yang ingin saya ungkapkan. Saya memang agak kesulitan dengan memberi penekanan, bahwa cerita pendek pada masing-masing bab ingin memberi pesan tentang karakter religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab, dan masih banyak karakter lainnya yang tidak dapat saya ungkapkan karena terlalu universalnya. Marilah semua ikut merenungkannya agar dapat semua diambil hikmah walaupun masih banyak kekurangan yang ada. Minimal saya sudah berusaha untuk menyumbangkan semaksimal mungkin gejolak pikiran saya dalam hal tulis menulis ini yang masih jauh dari sempurna.

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0819 0422 1928. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order, all!! ^^v

Jumat, 13 Juli 2012

CHAIRIL ANWAR PELOPOR ANGKATAN ‘45


 TERJUAL TGL 23 JULI 2012 BY NGAMPAH KAB. BANDUNG BARAT
Harga: Rp.150.000 (BLUM ONGKIR)
KONDISI:LUMAYAN GUNUNG AGUNG DJAKARTA 1956
TEBAL: 158 HAL.
BERAT: 0,22 KG

RESUME BUKU “CHAIRIL ANWAR PELOPOR ANGKATAN ‘45”

H.B.Jassin telah mencoba mengumpulkan segala hasil tulisan Chairil Anwar, baik prosa, puisi asli maupun terjemahan, ternyatas elama 1942-1949 Chairil telah membuat 70 sajak asli, 4 sajak saduran, 10 sajak terjemahan, 6 prosa asli, 4 prosa terjemahan, jadi 94 tulisan.

Sajak Chairil anwar yang sudah dibukukan ialah “Deru Tjampur Debu” diterbitkan oleh pembangunan tahun 1949, merupakan kumpulan yang terdiri dari 27 sajak. Kedua “Kerikik tadjam dan Jang terampas dan Jang putus” diterbitkan oleh Pustaka Jaya 1949. “Tiga menguak Takdir” diterbitkan oleh Balai Pustaka tahun 1950.

Antologi Kerikil Tadjam Jang Terempas dan Jang Putus terdiri dari dua bagian yaitu, Kerikil Tadjam yang terdiri dari 32 sajak dan Jang Terempas dan Jang Putus terdiri dari 11 sajak. bagian pertama semuanya dibubuhi tanggal secara kronologis, kecuali kepada “peminta-minta”.

Kerikil Tadjam adalah kumpulan puisi Chairil yang beredar di masa Jepang, hanya terdiri dari 28 sadjak. Dalam Tiga Menguka Takdir memuat 10 sajak Chairil. Chairil bukan seorang yang lancar membuat sajak dalam pengertian bahwa ia dengan mudah menulis sajak. Ini terlihat dari hasilnya yang dalam 6,5 tahun hanya aberjumlah 70 sajak.

Jang Terempas dan Jang Luput adalah kumpulan puisi Chairil yang hampir semuanya bernadakan suara maut, suatu pilihan yang rupanya dipengaruhi oleh kesadaran penyair akan ajalnya yang makin dekat. Tidak pernah disangka adanya pengaruh-pengaruh Chairil Anwar, tetapi pengaruh itu sudah demikian meresapnya pada jiwanya sehingga dalam menciptakan kembali pengaruh itu terjalin secara organis dalam hasil seninya.

Pada Chairil kita lihat pengaruh-pengaruh Marsman dan Slauerhoff, malahan demikian besar pengaruh itu sehingga alat-alat perbandingan dan ungkapan kedua penyair itu sana-sini terpakai olehnya. Ada sesuatu yang hidup pada diri Chairil, ssuatu yang minta diucapkan, minta dibentukkan. dalam mencari pembentukan ia bertemu dengan Marsman dan Slauerhoff dan ia mempergunakan alat yang dipakai keduanya.

Jadi di sini sebenarnya tidak ada penyaduran tapi lebih tepat kalau dikatakan ada pengaruh. Sebab saduran sebagai adaptasi yang asing kepada kepunyaan sendiri dengan tidak merubah maksud pikiran yang terkandung semula.

Bahasan Boejoeng Saleh bahwa ada kemungkinan Chairil Anwar dengan sadar memindahkan lingkungan suasana keilmubumian Spanyol kepada suasana kepulauan Indonesia rasanya agak jauh dicari. Beberapa sajak Chairil yang jelas saduran tapi pula saduran yang puitis adalah “Rumahku”, “Kepada Peminta-Minta”, “Orang Berdua”, Kerawang-Bekasi”, “Datang Dara Hilang Dara”, “Fragmen”. Enam sajak saduran dan terjemahan inilah yang memakai nama Chairil dengan tidak disebutkan bahwa itu terjemahan atau saduran.

Sajak “Kepada Kawan” memperlihatkan pengaruh-pengaruh dari Marsman dan Slauerhoff. Pengaruh itu terlihat dari semangat, penggunaan kata, dan perbandingan-perbandingan. Tapi dalam kesuluruhannya sajak itu mendukung duniannya sendiri sehingga cenderung menggolongkannya.

Akibat revolusi atau jiwa budaya ini diramalkan lebih besar daripada akibat politis. Ia mempunyai keinsyafan bahwa bangsa Indonesia harus meninjau sebuah kesusastraan bangsa-bangsa lain daripada bangsa Belanda, agar kesusastraan Indonesia dapat bersemi yang baru. Ia sendiri telah mencurahkan tenaganya untuk manyalin karangan dan syair bahasa asing.
Ditulis oleh: Alfian Rokhmansyah pada Sabtu, April 09, 2011


Jumat, 29 Juni 2012

DI BAWAH LINDUNGAN KA'ABAH

TERJUAL BY JAKPUS 
 KONDISI: BAGUS
DI BAWAH LINDUNGAN KA'ABAH
PENERBIT N.V. NUSANTARA
BUKITTINGGI. DJAKARTA. 1961
TJETAKAN KEDELAPAN
TEBAL: 75 HAL.
BERAT: 0,5 KG


 Cerita novel Di Bawah Lindungan Ka’bah sendiri sebenarnya sangat sederhana dan sangat mudah ditebak arahnya. HAMKA menekankan pada kekuatan dialog dari masing-masing tokoh yang tidak pernah takut pada siapapun dan tidak pernah takut sendirian, karena mereka punya Tuhan, Allah swt.


Sabtu, 03 Maret 2012

MERANTAU KE - DELI


 terjual by jkt
Judul: MERANTAU KE - DELI
Oleh: HAMKA
Penerbit: DJAJABAKTI MCMLX- Djakarta 1959
Edisi : Soft Cover
Halaman: 164
Bahasa: Indonesia Ejaan Lama
Tjetakan : KEEMPAT th 1959

Price : IDR 150.000,00  (belum termasuk ongkos kirim)

 
“Merantau Ke Deli” ini roman karya Buya Hamka, tutur bahasanya sangat menyentuh.  Buku ini mengisahkan seorang wanita, Poniem yang diselamatkan dari lembah kehinaan oleh seorang lelaki bujang, Leman. Dia kemudian diperisteri dan hidup dalam sebuah rumahtangga yang bahagia. Poniem sangat setia terhadap suaminya dan berusaha sekuat tenaga untuk membantu semua urusan rumahtangga dan pekerjaan suaminya. Akan tetapi lama-kelamaan kedamaian rumah tangga mereka semakin hari semakin hilang setelah Leman larut dalam kegiatan perdagangannya. Sebagai lelaki yang berasal dari keluarga Minang, dia ditekan oleh keluarga supaya mengawini seorang gadis yang sederajat untuk meneruskan adat dan budaya.
Lama-kelamaan Leman termakan bujukan tersebut dan menerima untuk menikah kembali. Leman berjanji kepada Poniem tidak akan mengabaikannya dan selalu menjaga perasaannya sebagai isteri pertama. Namun janji tinggal janji. Isteri mudanya jauh lebih pandai berdandan dan merayu dan merebut perhatian Leman suapaya lebih mencintainya. Pertengkaranpun mulai terjadi. Perdagangan Leman yang selama ini dibantu Poniem pun hendak dikuasai oleh isteri muda. Leman yang serba-salah pada mulanya lama kelamaan mulai memihak kepada isteri mudanya.
Pertngkaran hebat yang terjadi memaksaLeman menceraikan Poniem. Sejak hari itu Poniem meninggalkan rumahnya dan merantau ke deli. Kegiatan perdagangan Leman mulai mengalami rugi, ditambah lagi dengan sikap tamak isteri yang baru. Barulah Leman menyedari, selama ini dia banyak terbantu oleh ketekunan Poniem dalam berdagang. Tapi nasi sudah menjadi bubur.
Poniem akhirnya menemukan jodoh barunya yang lebih memahami dan menghargainya, salah seorang dari pekerja di kedainya dahulu. Mereka memulai berdagang kembali dengan sedikit modal yang ada pada mereka. Usaha dagang mereka maju hingga mereka sanggup membeli rumah dan tanah.
Sementara itu Leman dan isteri mudanya semakin hari semakin jatuh miskin. Pertemuan kembali Leman dan Poniem benar-benar membuat Leman sadar. Satu kisah ketika Poniem memberikan beberapa logam uang kepada anaknya Leman benar2 menguras air mata. Begitulah…
Ketika anda membaca sinopsisnya jangan anda bayangkan dengan sinetron yang ada sekarang…jauh dari langit..tutur bahasa yang ditorehkan sang buya sangat rapi, manis dan menguras perasaan. Bagaimana kisah Poniem ketika merantau dan hidup dalam keprihatinan yang hidup dari biji jarak misalnya…sangat membawa kita ke dalam imaginasi yang dalam.

SUMBER ARTIKEL:
http://papahnyalazuward.wordpress.com/2008/04/02/merantau-ke-deli/



Sabtu, 25 Februari 2012

DIBAWAH LINDUNGAN KA’BAH


Cover depan
TERJUAL
Judul : DIBAWAH LINDUNGAN KA’BAH
Karangan : H.A.M.K.AMARULLAH
Penerbit : BALAI PUSTAKA DJAKARTA 1950
Tjetakan  Ketiga
Halaman :48
Soft Cover, Kondisi cover belakang agak cacat. Tapi isi buku masih dalam kondisi bagus

Price: IDR. 100.000  (belum termasuk ongkos kirim)

Isi dalam buku

Belakang buku yg sedikit cacat di makan kutu buku

Isi buku masih bagus

Cerita novel Di Bawah Lindungan Ka’bah sendiri sebenarnya sangat sederhana dan sangat mudah ditebak arahnya. HAMKA menekankan pada kekuatan dialog dari masing-masing tokoh yang tidak pernah takut pada siapapun dan tidak pernah takut sendirian, karena mereka punya Tuhan, Allah swt.

Jumat, 24 Februari 2012

TIFA PENJAIR DAN DAERAHNJA



Judul : TIFA PENJAIR DAN DAERAHNJA
Karangan : H.B. JASSIN
Penerbit : N.V. GUNUNG AGUNG DJAKARTA 1953
Tjetakan  Kedua
Halaman :79
Soft Cover, Kondisi cover belakang sedikit sobek. Tapi isi buku masih dalam kondisi bagus

harga: IDR. 60.000  (belum termasuk ongkos kirim)

Isi dalam buku

Related Post

ShareThis