.

.

Minggu, 09 September 2012

Dari Pojok Sejarah, Emha Ainun Nadjib. cetakan pertama november 1985


 SOLD
Kondisi: LUMAYAN , POJOK KIRI ATAS PUNGGUNG BUKU AGAK SOBEK SEDIKIT. cetakan pertama november 1985
tebal: 284 halaman
Berat: 0,44 Kg

Buku ini, mencerminkan pergolakan hidup Emha tatkala dia sedang menghadapi berbagai realitas yang selama ini dihadapi. Cukup panjang hidup dalam dunia pesantren, pindah ke Jogja bergaul dengan dunia sastra dan kesenian pada umumnya lalu
ada kesempatan ke Eropa bergaul dengan dunia pemikiran sosial, ketemu dengan berbagai aktifis dari yang beraliran kiri sampai yang ekstrim kiri, dari yang aliran kanan sampai ekstrim kanan dan sebagainya.

Nampaknya selama Emha di Eropa menuntut keras untuk menciptakan ruang pergumulan sendiri, sehingga tercipta proses belajar, proses penalaran yang hasilnya tidak sempat membikin Emha gegar otak (gegar otak sosial, budaya maupun intelektual). Bahkan Emha semakin memperkokoh kebanggaannya sebagai manusia yang dilahirkan dari Desa Menturo Jombang. Dia mengatakan “sangat susah menemukan bahkan satu kata yang tepat di tengah kancah sejarah yang penuh dengan paradoks, ironi, dan maju kena mundur kena. Di sebuah Institut Ilmu-ilmu Sosial di Belanda, di mana pegawai negri dan para ORNOP-ORNOP dunia ketiga pada berdatangan untuk mendapatkan master-master, di mana kemiskinan beratus juta manusia tiap saat dibicarakan sampai melimpah ruah, di mana penderitaan yang menggergaji berbagai bangsa dan mengepung hari-hari sejarah dipercakapkan sambil minum WINE, di mana film-film tentang darah dan kelaparan hampir tiap hari diputar, di mana kaum melarat hina papa sungguh-sungguh merupakan objek proyek-proyek basah yang tak henti-hentinya memberikan ilham—terdapatlah sebuah gagasan yang terpojok, karena naif: Pernahkah diteliti berapa sudah sarjana, master dan doctor yang dihasilkan oleh tema kemiskinan, ketidakadilan, penindasan dan keprihatinan manusia? Berapa persen usaha-usaha atau upaya-upaya melawan itu semua? Berapakah derajat penurunan atau kenaikan kemiskinan dsb berkat pengaruh makin banyaknya para piawai yang “makanan utamanya” masalah kemiskinan, ketidakadilan, penindasan dsb itu? ………………”

Buku Dari Pojok Sejarah, merupakan catatan penting pergumulan Emha dalam meletakkan segala pemikiran sesuai pada tempatnya, Emha tidak membiarkan hal-hal yang nampaknya menjadi informasi baru menjadi dewa, dia tetap menemukan bahwa sesuatu yang ditemui, perbedaan-perbedaan selalu dicari akar asal muasalnya.

Buku ini sebelumnya pernah diterbitkan oleh Penerbit Mizan Bandung pada pertengahan 1985-an dan sekarang diterbitkan oleh Progress dikarenakan kami memandang bahwa generasi muda sekarang, yang telah berjarak hampir seperempat abad dengan tatkala buku ini kali pertama diterbitkan, sangat memerlukan buku ini sebagai bagian dari upaya untuk menghindari keterputusan sejarah pemikiran antargenerasi.

Faktanya memang banyak sekali jamaah atau anak muda di lingkar kegiatan Emha yang kerap menanyakan kapan buku ini bisa hadir di tengah-tengah mereka. Karena itu, kami sepakat untuk menerbitkan buku ini secara terbatas untuk keperluan keilmuan dan komunikasi intelektual di antara jamaah Emha. Apalagi, di tengah makin minimnya karya-karya “liar” tetapi cerdas dan sarat kedalaman perspektif serta ke-liyan-an dalam memandang dan memaknai proses-proses sejarah yang mengitari manusia Indonesia, buku ini terasa sangat relevan dan urgen untuk dihadirkan kembali.

Selamat Membaca.

Yogyakarta, 11 April 2008

TOTO RAHARDJO

sumber artikel: http://tunggullawe.multiply.com/journal/item/27/DARI_POJOK_SEJARAH_?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

2 komentar:

Izzul Muna mengatakan...

saya berminat?? masih adakah?? http://www.facebook.com/izzul.muna

ANDY FIRMANSYAH mengatakan...

sudah gak ada mas....maaf...

Poskan Komentar

Jangan lupa menuliskan sedikit komentar ya....? banyak juga boleh..........thanks.....

Related Post

ShareThis