.

.

Sabtu, 02 Juni 2012

6000 Tahun Sang Merah Putih

TERJUAL
KONDISI: SECOND/ lumayan djadul. ISI DALAM BUKU BANYAK YANG SOBEK, karena hbis di foto copy
BERAT: 0,46 KG
HAL: 349 HAL

Mengambil Pelajaran dari Kontroversi Buku Yamin


Oleh Miftakhul Huda, Redaktur Majalah Konstitusi
Muh Yamin memang tokoh dengan beragam julukan yang serba besar. Tidak hanya sebagai ahli konstitusi kenamaan, akan tetapi juga dikenal sebagai sastrawan. Karya sastranya dapat dijumpai dalam Tanah Air (1922) Indonesia Tumpah Darahku (1928), Ken Arok dan Ken Dedes (1934), Kalau Dewa Tara Sudah Berkata (1932) dan menerjemahkan karya William Shakespeare dan Rabindranath Tagore. Karya sejarah juga dapat ditemui antara lain Sejarab Peperangan Diponegara (1945) dan Gajah Mada (1948), Revolusi Amerika (1951), Atlas Sejarah dan Lukisan Sejarah (1956) dan lain sebagainya. Selain sastrawan, penggali sejarah, ia juga seorang politikus, tokoh pergerakan, ahli bahasa, dan piawai dalam antropologi.
Sekalipun demikian, sosok Muh Yamin selalui dikelilingi kontroversi. Sejak awal, perilaku dan karya-karyanya dikagumi orang, tetapi tidak sedikit dikritik dan bahkan dilecehkan. Contoh saja, pada 1945, ketika ia menerbitkan buku Gajah Mada yang memuat potret patung Gajah Mada, oleh pengkritiknya dianggap rekaan wajahnya sendiri. Atau buku “6000 Tahun Sang Merah Putih” dianggap hanya “khayalan“nya sendiri. Namun, pada sisi lain, pengkritiknya sendiri tidak mampu membuktikan kebenaran sejarah versinya. Bahkan karya-karya sesudahnya mengenai sejarah dan sastra banyak memperoleh manfaat dari karya Yamin.
Keandalan Yamin memang diakui. Sejarawan LIPI, Asvi Warman Adam, menyebutnya sejarawan Indonesia yang pengaruhnya paling besar. Majalah Tempo edisi khusus 16 Januari 2000 menyatakan, “Pakar sejarah Taufik Abdullah menempatkan Yamin sebagai sejarawan terbesar abad ini.” Selain itu, di tengah hujatan kepadanya sebagai penulis keraton, ada pula yang memuji, yaitu Hersri Setiawan, yang menyanjung Yamin sebagai “sastrawan yang perlu diberi tempat istimewa”. Patung Gajah Mada pun sampai saat ini tidak terdapat pihak yang menunjukkan yang benar yang mana.
***
Buku Yamin yang paling kontroversial sepanjang sejarah adalah buku berjudul lengkap “Naskah Persiapan Undang Undang Dasar 1945, disiarkan dengan dibubuhi tjatatan oleh Prof. Mr. Hadji Muhammad Yamin”. Buku ini terdiri atas tiga jilid yang diterbitkan pada tahun tidak bersamaan. Djilid I (1959) yang berisi segala naskah sejak 29 Mei 1945 sampai konstitusi ditetapkan pada 18 Agustus 1945. Selain itu, juga terdapat naskah lain dari Konstituante I dan lain sebagainya. Djilid II (1960) beirisi naskah sejak Februari sampai 12 Mei 1959. Sedangkan Djilid III (1960) mendokumentasikan lanjutan laporan Konstituante sejak 12 Mei sampai dengan 2 Juni 1959.

sumber artikel:  http://www.miftakhulhuda.com/2010/12/mengambil-pelajaran-dari-kontroversi.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa menuliskan sedikit komentar ya....? banyak juga boleh..........thanks.....

Related Post

ShareThis