.

.

Minggu, 04 Mei 2014

Kalangwan: SASTRA JAWA KUNO SELAYANG PANDANG (Seri ILDEP #9) by P.J. Zoetmulder


Terjual
Harga: Rp.400 rb (blum ongkir)
Kalangwan: SASTRA JAWA KUNO SELAYANG PANDANG (Seri ILDEP #9)
by P.J. Zoetmulder
Tebal: 648 hal cet 2 tahun 1985
BERAT: 1,10 KG
Kondisi: eks perpus, bagus

mahatma anto:
membuka buku ini seperti membuka dunia lain dari duniaku sendiri: jawa. jawa kuna yang tergambar dari sastra-sastranya begitu berbeda dari jawa jamanku sendiri.
tapi, justru dari situ juga aku menyadari ada hubungan erat yang mirip antara sunda, madura dan bali di masa lalu katimbang masa kini yang dengan jelas dapat dibedakan.
berbeda dan mirip antara dulu dan kini.
bagaimana merajut jarak di antaranya?
mengapa yang melakukan harus pater dari belanda?
haruskah ada jarak dengan obyeknya agar bisa dilakukan perajutan masa lalu dan kini?
siapa yang bisa melakukan rekonstruksi sejarah? orang yang terlibat atau justru orang yang berjarak dari peristiwa masa lalunya?

Zoetmulder kelahiran Belanda tapi memberi pengabdian besar di Indonesia. Misi sebagai dosen dan peneliti sastra terbukti dengan kebersahajaan tapi mulia. Agenda mengurusi Jawa diakui oleh publik melalui sayembara terjemahan Serat Wedhatama. Sayembara ini diselenggarakan oleh Mangkunegara VII. Zoetmulder dinobatkan sebagai pemenang. Tulisan berjudul Prijsvraag: Bekroonde Vertaling Serat Wedhatama diterbitkan di majalah Djawa (1941).

Suhatno selaku penulis biografi Zoetmulder memberi keterangan: “Ketika diinternir Jepang, P.J. Zoetmulder sempat membawa bekal naskah Adiparwa, yang ditelitinya selama dalam interniran itu. Hasil penelitian ini akhirnya diterbitkan di Bandung pada tahun 1950 berjudul De Taal Van he Adiparwa dan kemudian disadur ke dalam bahasa Indonesia dengan bantuan I.R. Poedjawijatno berjudul Bahasa Parwa yang diterbitkan pada tahun 1954 oleh penerbit Obor di Jakarta dan dicetak ulang pada tahun 1961.”

Zoetmulder adalah manusia-tekun. Aku membaca pelbagai informasi mengenai kebiasaan membaca-menulis Zoetmulder. Peristiwa-peristiwa berliterasi itu dijalani mirip peribadatan: hening dan sakral. Zoetmulder tak cuma mengurusi kitab-kitab lawas. Manusia ampuh ini juga pembaca novel-novel detektif. Aku pernah membuat esai mengenai Zoetmulder dan novel detektif meski belum bisa tampil di koran dan majalah.

Zoetmulder memang pesona tak biasa. Aku berulang membaca Kalangwan tanpa jemu. Membaca buku itu sejak SMA menimbulkan perbedaan. Peristiwa membaca di masa lalu ibarat perkenalan tak biasa meski tak ada juru penerang. Aku cuma terlena dengan membaca sampai selesai. Kalangwan selesai terbaca tapi tak tuntas terpahami. Aku membaca lagi di masa-masa berbeda dengan bekal-bekal tambahan mengenai sastra Jawa kuno dan biografi Zoetmulder. Majalah Basis (Jogjakarta) kadang jadi rujukan untuk mengerti Zoetmulder. Dick Hartoko berperan sebagai juru penerang dari hasrat mengerti Zoetmulder. Dick Hartoko juga menjadi penerjemah mumpuni untuk buku-buku Zoetmulder.

sumber: http://bandungmawardi.wordpress.com/tag/kalangwan/

0 komentar:

Poskan Komentar

Jangan lupa menuliskan sedikit komentar ya....? banyak juga boleh..........thanks.....

Related Post

ShareThis