.

.
Tampilkan postingan dengan label SEMAUN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SEMAUN. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Juni 2012

BERBARENG BERGERAK - Sepenggal Riwayat dan Pemikiran Semoaen


 TERJUAL BY JOGJA
Harga : 25.000 (BLUM ONGKIR)
Penulis : Soewarsono
Penerbit : LKiS
Cetakan : Ke -1 tahun 2000
Tebal : 135 halaman
Kondisi : Bekas, lumayan

Semaoen adalah salah seorang tokoh dari --apa yang dalam bahasa Soe Hok Gie disebut "mereka yang berada di samping kiri dalam perjalanan sejarah Indonesia." Sebagai orang yang dikhawatirkan racun dan bahaya merahnya, ia telah menjadi "hantu" dalam sejarah Indonesia. Peranannya hanya disebut sepintas-lalu dalam pustaka sejarah bangsa, hanya semacam figuran. Namanya wajib dilupakan, dan terlalu berbahaya untuk diingat. Adakah memang kita betul-betul mencapai kearifan hidup di masa depan dengan cara membunuh ingatan kita terhadap sisi, --yang kita anggap secara semena-mena tanpa sepenggal pun pengetahuan--, "gelap" dan "rawan" dari sejarah perjalanan bangsa. Atau adakah kita ingin mencapai kearifan sejarah tersebut dengan cara "mempelajari"-nya secara sungguh- sungguh dan seksama?


Senin, 04 Juni 2012

Tenaga Manusia: Postulat Teori Ekonomi Terpimpin, SEMAUN

TERJUAL BY JAKSEL
 Harga: Rp.200.000 (blum ongkir)
Kondisi: LUMAYAN BAGUS
SEMAUN (Doktor HC Dalam Ilmu Ekonomi)
Tenaga Manusia, Postulat Teori Ekonomi Terpimpin, 
P.T. Penerbitan Universitas, 1962, 182 halaman
isi dalam buku

SINOPSIS:
Konsepsi Semaoen untuk “membangun sosialisme” disempurnakannya lagi dalam karyanya yang berjudul Tenaga Manusia: Postulat Teori Ekonomi Terpimpin yang ditulisnya tahun 1961. Semaoen menulis bahwa “di Indonesia kita sedang mulai membangun masyarakat sosialis ala Indonesia, tetapi bagaimanapun juga masyarakat sosialis pula”
Untuk itu Semaoen mengajukan “soal-soal untuk dipikirkan bagi tercapainya masyarakat sosialis dalam waktu 30 tahun di Indonesia”. Dia mengusulkan untuk tahun 1961-1965 harus mengupayakan antara lain: “menaikkan national-income, hingga dalam tahun 1965 mencapai taraf 50% di atas taraf tahun 1961; di lapangan pertanian harus diutamakan intensifikasi, yaitu penggunaan bibit-unggul, rabuk, agroteknik modern dan irigasi; dikerjakan segala tanah bero untuk penghasilan buah-buah tanaman atau untuk perikanan darat dan perikanan tambak; dimulai dengan transmigrasi secara besar-besaran atas dasar pembangunan prusahaan-perusahaan pertanian negara; di lapangan industri harus dibangun perusahaan pabrik-pabrik negara yang baru-baru, dengan memperkenankan swasta juga mendirikan pabrik-pabrik baru, termasuk pabrik-pabrik rabuk di tiap-tiap propinsi; harus dibuka pertambangan-pertambangan negara yang baru-baru terutama pertambangan emas di Menado, daerah-daerah Kalimantan, pulau Jawa dan Sumatera; didirikan pabrik pengecoran besi dan baja, diintensifikasi produksi dalam semua pabrik dan bengkel-bengkel mesin dengan menggunakan dua ploeg atau tiga ploeg sistim; dimulai dengan mendirikan pabrik mesin untuk membuat alat kerja dan perlengkapan pabrik-pabrik baru serta perlengkapan-perlengkapan transpor; pertambangan biji besi dan logam-logam lain untuk industri serta minyak tanah harus diperluas dengan modal negara (pemerintah) dimana perlu dari pinjaman luar dan dalam negeri; segala perusahaan sandang-pangan harus dinaikkan produksinya paling sedikit dengan 60% dalam lima tahun; dengan melaksanakan program ini dimaksud melenyapkan paling sedikit 3/4 jumlah pengangguran di desa-desa dan kota-kota”.

Semaoen mengusulkan cara pelaksanaannya antara lain sebagai berikut: supaya “eksport import dimonopoli oleh organisasi perdagangan luar negeri kepunyaan negara, dengan dinaikkan export dan dinaikkan import mengenai perlengkapan perekonomian......; pembiayaan pembangunan ditambah dengan pinjaman luarnegeri; dimulai dengan menjalankan politik luarnegeri yang aktip dan dengan isi menuju kepada Bank Kesejahteraan Dunia dan perencanaan perkembangan perekonomian seluruh dunia, dengan dipindahkannya biaya-biaya persenjataan untuk sebagian kedalam Bank tersebut”[17]. Selanjutnya dikemukakan: “Kepribadian Indonesia untuk pelaksanaan sosialis Indonesia yang cukup besar pada bakat bangsa Indonesia yang cukup besar inisiatif dan banyak akalnya serta kepandaian rakyatnya dan pada kesuburan tanah di Indonesia yang tidak mengalami musim tanaman beku, serta kekayaan alam yang terpendam di dalam bumi Indonesia.”. Dengan memperhitungkan peningkatan national-income sebesar 50% dalam masa setiap lima tahun, maka Semaoen menganggap bahwa pada tahun 1990, yaitu sesudah 30 tahun “Indonesia akan menjadi negara makmur dan adil atas dasar sosialisme Indonesia, yaitu atas dasar segala alat produksi dimiliki oleh negara dan jalannya diatur berencana serta dijalankan oleh seluruh rakyat sebagai pegawai negeri di segala lapangan dengan taraf hidup paling sedikit sepuluh kali lebih tinggi daripada sekarang.

Untuk memperkuat konsepsi ekonominya, Semaoen menguraikan beberapa pasal ilmu ekonomi politik. Dalam bukunya Tenaga Manusia, Postulat Teori Ekonomi Terpimpin, Semaoen menulis tentang masyarakat budak belian, tentang hubungan produksi feodal, tentang barang dagangan, tentang nilai, tentang fungsi uang, tentang industrialisasi kapitalis, tentang manusia dihisap manusia, tentang modal dan nilai lebih (Semaoen menggunakan istilah “nilai perlebihan”), tentang pembagian nilai dan pembagian nilai perlebihan, tentang perkembangan modal dan produksi berulang, tentang national-income dan anggaran belanja negara. Untuk itu Semaoen antara lain menggunakan karya-karya kelasik Engels: Asal Usul Keluarga, Hak Milik Perseorangan dan Negara, karya Marx, Kapital, dan karya Lenin, Perkembangan Kapitalisme di Russia. Tapi uraian teori ekonomi politik Semaoen tidak dijelujuri oleh ajaran tentang perjuangan kelas, yang menjadi benang merah dari karya-karya kelasik Marx, Engels, dan Lenin. Semaoen hanya menulis tentang lahir dan adanya kelas budak belian dan kelas majikan di zaman perbudakan, tetapi tidak membahas tentang sengitnya perjuangan kelas antara kaum tani melawan kelas tuan-tanah, antara kelas proletar melawan kelas burjuis; apalagi untuk menyatakan keharusan kelas proletar memimpin revolusi ke arah kemenangan, serta keharusan menegakkan diktatur proletariat.

Karya-karya Engels, Marx dan Lenin yang disebut-sebut Semaoen dalam bukunya, justru adalah karya kelasik yang berporos pada ajaran perjuangan kelas. Dalam Asal Usul Keluarga, Hak Milik Perseorangan dan Negara, Engels menguraikan dengan sangat tajam tentang lahir dan berkembangnya kelas-kelas sampai terbentuknya negara sebagai alat kekuasaan dari suatu kelas. Melalui karyanya Kapital, Marx memberi senjata yang paling ampuh bagi kelas pekerja sedunia, yaitu senjata teori ekonomi politik berdasarkan materialisme dialektis dan materialisme historis—senjata teori untuk memenangkan perjuangan kelas. Kapital adalah karya Marx yang brilyan, yang membongkar rahasia penghisapan kelas kapitalis terhadap kelas pekerja, yaitu ajaran tentang perjuangan kelas. Ajaran tentang perjuangan kelas adalah batu alas dari Marxisme.

sumber:  http://sariqu.multiply.com/reviews

Related Post

ShareThis