TERJUAL BY JAKSEL
Harga: Rp.200.000 (blum ongkir)
Kondisi: LUMAYAN BAGUS
SEMAUN (Doktor HC Dalam Ilmu Ekonomi)
Tenaga Manusia, Postulat Teori Ekonomi Terpimpin,
P.T. Penerbitan Universitas, 1962, 182 halaman
 |
| isi dalam buku |
SINOPSIS:
Konsepsi Semaoen untuk “membangun sosialisme” disempurnakannya lagi
dalam karyanya yang berjudul Tenaga Manusia: Postulat Teori Ekonomi
Terpimpin yang ditulisnya tahun 1961. Semaoen menulis bahwa “di
Indonesia kita sedang mulai membangun masyarakat sosialis ala Indonesia,
tetapi bagaimanapun juga masyarakat sosialis pula”
Untuk
itu Semaoen mengajukan “soal-soal untuk dipikirkan bagi tercapainya
masyarakat sosialis dalam waktu 30 tahun di Indonesia”. Dia mengusulkan
untuk tahun 1961-1965 harus mengupayakan antara lain: “menaikkan
national-income, hingga dalam tahun 1965 mencapai taraf 50% di atas
taraf tahun 1961; di lapangan pertanian harus diutamakan intensifikasi,
yaitu penggunaan bibit-unggul, rabuk, agroteknik modern dan irigasi;
dikerjakan segala tanah bero untuk penghasilan buah-buah tanaman atau
untuk perikanan darat dan perikanan tambak; dimulai dengan transmigrasi
secara besar-besaran atas dasar pembangunan prusahaan-perusahaan
pertanian negara; di lapangan industri harus dibangun perusahaan
pabrik-pabrik negara yang baru-baru, dengan memperkenankan swasta juga
mendirikan pabrik-pabrik baru, termasuk pabrik-pabrik rabuk di tiap-tiap
propinsi; harus dibuka pertambangan-pertambangan negara yang baru-baru
terutama pertambangan emas di Menado, daerah-daerah Kalimantan, pulau
Jawa dan Sumatera; didirikan pabrik pengecoran besi dan baja,
diintensifikasi produksi dalam semua pabrik dan bengkel-bengkel mesin
dengan menggunakan dua ploeg atau tiga ploeg sistim; dimulai dengan
mendirikan pabrik mesin untuk membuat alat kerja dan perlengkapan
pabrik-pabrik baru serta perlengkapan-perlengkapan transpor;
pertambangan biji besi dan logam-logam lain untuk industri serta minyak
tanah harus diperluas dengan modal negara (pemerintah) dimana perlu dari
pinjaman luar dan dalam negeri; segala perusahaan sandang-pangan harus
dinaikkan produksinya paling sedikit dengan 60% dalam lima tahun; dengan
melaksanakan program ini dimaksud melenyapkan paling sedikit 3/4 jumlah
pengangguran di desa-desa dan kota-kota”.
Semaoen mengusulkan
cara pelaksanaannya antara lain sebagai berikut: supaya “eksport import
dimonopoli oleh organisasi perdagangan luar negeri kepunyaan negara,
dengan dinaikkan export dan dinaikkan import mengenai perlengkapan
perekonomian......; pembiayaan pembangunan ditambah dengan pinjaman
luarnegeri; dimulai dengan menjalankan politik luarnegeri yang aktip dan
dengan isi menuju kepada Bank Kesejahteraan Dunia dan perencanaan
perkembangan perekonomian seluruh dunia, dengan dipindahkannya
biaya-biaya persenjataan untuk sebagian kedalam Bank tersebut”[17].
Selanjutnya dikemukakan: “Kepribadian Indonesia untuk pelaksanaan
sosialis Indonesia yang cukup besar pada bakat bangsa Indonesia yang
cukup besar inisiatif dan banyak akalnya serta kepandaian rakyatnya dan
pada kesuburan tanah di Indonesia yang tidak mengalami musim tanaman
beku, serta kekayaan alam yang terpendam di dalam bumi Indonesia.”.
Dengan memperhitungkan peningkatan national-income sebesar 50% dalam
masa setiap lima tahun, maka Semaoen menganggap bahwa pada tahun 1990,
yaitu sesudah 30 tahun “Indonesia akan menjadi negara makmur dan adil
atas dasar sosialisme Indonesia, yaitu atas dasar segala alat produksi
dimiliki oleh negara dan jalannya diatur berencana serta dijalankan oleh
seluruh rakyat sebagai pegawai negeri di segala lapangan dengan taraf
hidup paling sedikit sepuluh kali lebih tinggi daripada sekarang.
Untuk
memperkuat konsepsi ekonominya, Semaoen menguraikan beberapa pasal ilmu
ekonomi politik. Dalam bukunya Tenaga Manusia, Postulat Teori Ekonomi
Terpimpin, Semaoen menulis tentang masyarakat budak belian, tentang
hubungan produksi feodal, tentang barang dagangan, tentang nilai,
tentang fungsi uang, tentang industrialisasi kapitalis, tentang manusia
dihisap manusia, tentang modal dan nilai lebih (Semaoen menggunakan
istilah “nilai perlebihan”), tentang pembagian nilai dan pembagian nilai
perlebihan, tentang perkembangan modal dan produksi berulang, tentang
national-income dan anggaran belanja negara. Untuk itu Semaoen antara
lain menggunakan karya-karya kelasik Engels: Asal Usul Keluarga, Hak
Milik Perseorangan dan Negara, karya Marx, Kapital, dan karya Lenin,
Perkembangan Kapitalisme di Russia. Tapi uraian teori ekonomi politik
Semaoen tidak dijelujuri oleh ajaran tentang perjuangan kelas, yang
menjadi benang merah dari karya-karya kelasik Marx, Engels, dan Lenin.
Semaoen hanya menulis tentang lahir dan adanya kelas budak belian dan
kelas majikan di zaman perbudakan, tetapi tidak membahas tentang
sengitnya perjuangan kelas antara kaum tani melawan kelas tuan-tanah,
antara kelas proletar melawan kelas burjuis; apalagi untuk menyatakan
keharusan kelas proletar memimpin revolusi ke arah kemenangan, serta
keharusan menegakkan diktatur proletariat.
Karya-karya Engels,
Marx dan Lenin yang disebut-sebut Semaoen dalam bukunya, justru adalah
karya kelasik yang berporos pada ajaran perjuangan kelas. Dalam Asal
Usul Keluarga, Hak Milik Perseorangan dan Negara, Engels menguraikan
dengan sangat tajam tentang lahir dan berkembangnya kelas-kelas sampai
terbentuknya negara sebagai alat kekuasaan dari suatu kelas. Melalui
karyanya Kapital, Marx memberi senjata yang paling ampuh bagi kelas
pekerja sedunia, yaitu senjata teori ekonomi politik berdasarkan
materialisme dialektis dan materialisme historis—senjata teori untuk
memenangkan perjuangan kelas. Kapital adalah karya Marx yang brilyan,
yang membongkar rahasia penghisapan kelas kapitalis terhadap kelas
pekerja, yaitu ajaran tentang perjuangan kelas. Ajaran tentang
perjuangan kelas adalah batu alas dari Marxisme.
sumber: http://sariqu.multiply.com/reviews