.

.
Tampilkan postingan dengan label KPG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KPG. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Agustus 2012

Bersama Mas Pram: Memoar Dua Adik Pramoedya Ananta Toer


 
Harga: Rp.105.000 (blum ongkir)
Kondisi: Bagus. cet pertama 2009
Paperback, 504 pages
Berat: 0,43 Kg
Bersama Mas Pram: Memoar Dua Adik Pramoedya Ananta Toer
by Koesalah Soebagyo Toer
Published 2009 by Kepustakaan Populer Gramedia
ISBN139789799101396

Bersama Mas Pram mengungkap sisi-sisi kehidupan Pramoedya Ananta Tour, novelis terbesar Indonesia, yang jarang diketahui umum. Misalnya tentang kehidupan seksualnya, kegigihan kerjanya, pandangannya tentang wanita dan perkawinan, aktivitasnya menjelang 1965, sikapnya tentang Tuhan dan doa, cara dia mendidik adik-adiknya, sampai percakapan-percakapan ketika ditangkap tahun 1965.

Memoar ini adalah buku kedua Koesalah Soebagyo Toer yang memaparkan kehidupan Pramoedya setelah Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali. Ditambah catatan Soesilo Toer, buku ini menyuguhkan inside story kehidupan Sang Novelis yang lebih lengkap sejak masa kecil di Blora hingga meninggal tahun 2006 di Jakarta.

Karya ini akan melengkapi ruang pengetahuan siapa pun yang mengagumi karya-karya Pramoedya.(less)

sumber artikel: http://www.goodreads.com/book/show/6462222-bersama-mas-pram

—

Kamis, 31 Mei 2012

CERITA DARI DIGUL

TERJUAL
Harga: Rp.90.000 (blum ongkir)
Kondisi: LUMAYAN bagus. cet 3 April 2004. Penyunting: PAT
BERAT: 0,39 KG


























Penyunting : Pramoedya Ananta Toer
Penerbit : Kepustakaan popular Gramedia
Cetakan : Cetakan Pertama, 2001
Tebal : 314 Halaman


Novel Cerita dari Digul merupakan kumpulan dari lima karya tulis dari para Eks-Digulis. Kelima karya tulis tersebut adalah ;
1. “ Rustam Digulist “ karya D.E Manu Turoe
2. “ Darah dan Air Mata di Boven Digul “ karya Oen Bo Tik
3. “ Pandu Anak Buangan “ karya Abdoe’l Xarim M.s
4. “ Antara Hidup dan Mati atau Buron dari Boven Digul “ karya Wiranta
5. “ Minggat dari Digul ” karya Tanpa Nama

Ada sedikit hambatan yang lumayan menggangguku dalam menyelesaikan pembacaan novel ini. Hambatan utamanya adalah gaya bahasa karena masing-masing penulis kurasa menggunakan gaya bahasa melayu yang berbeda-beda jadi harus ekstra hati-hati membacanya supaya bisa menyambung cerita dan mendapatkan esensi ceritanya.

Dari kelima karya sastra itu yang membuatku terkesan adalah tulisan Abdoe’l Xarim M.s yang berjudul “ Pandu Anak Buangan “. Tema romans-psikologi yang diangkat oleh pengarangnya membuatku berkaca-kaca setelah membacanya, sangat menyentuh tentang hakikat cinta. Keempat karya lainnya juga bagus apalagi ketika menceritakan proses melarikan diri dari Digul. Banyak pengetahuan yang didapat mengenai situasi dan kondisi di pedalaman Digul dizaman itu beserta budaya pribumi setempat yang dikenal dengan suku kaya-kaya. Sayangnya pada karya terakhir yang berjudul “ Minggat dari Digul “ ceritanya belum tuntas karena Pak Pram sendiri kehilangan jejaknya.

Terima kasih buat Pramoedya Ananta Toer yang telah bersusah payah mengumpulkan dan menyunting tulisan-tulisan eks digulis hingga bisa menghadirkan bacaan bermutu yang hampir saja terselip zaman.


~* Rienz *~
SUMBER ARTIKEL: http://q-rienz.blogspot.com/2010/05/cerita-dari-digul.html

Related Post

ShareThis