.

.
Tampilkan postingan dengan label ROMAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ROMAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2012

MERANTAU KE - DELI


 terjual by jkt
Judul: MERANTAU KE - DELI
Oleh: HAMKA
Penerbit: DJAJABAKTI MCMLX- Djakarta 1959
Edisi : Soft Cover
Halaman: 164
Bahasa: Indonesia Ejaan Lama
Tjetakan : KEEMPAT th 1959

Price : IDR 150.000,00  (belum termasuk ongkos kirim)

 
“Merantau Ke Deli” ini roman karya Buya Hamka, tutur bahasanya sangat menyentuh.  Buku ini mengisahkan seorang wanita, Poniem yang diselamatkan dari lembah kehinaan oleh seorang lelaki bujang, Leman. Dia kemudian diperisteri dan hidup dalam sebuah rumahtangga yang bahagia. Poniem sangat setia terhadap suaminya dan berusaha sekuat tenaga untuk membantu semua urusan rumahtangga dan pekerjaan suaminya. Akan tetapi lama-kelamaan kedamaian rumah tangga mereka semakin hari semakin hilang setelah Leman larut dalam kegiatan perdagangannya. Sebagai lelaki yang berasal dari keluarga Minang, dia ditekan oleh keluarga supaya mengawini seorang gadis yang sederajat untuk meneruskan adat dan budaya.
Lama-kelamaan Leman termakan bujukan tersebut dan menerima untuk menikah kembali. Leman berjanji kepada Poniem tidak akan mengabaikannya dan selalu menjaga perasaannya sebagai isteri pertama. Namun janji tinggal janji. Isteri mudanya jauh lebih pandai berdandan dan merayu dan merebut perhatian Leman suapaya lebih mencintainya. Pertengkaranpun mulai terjadi. Perdagangan Leman yang selama ini dibantu Poniem pun hendak dikuasai oleh isteri muda. Leman yang serba-salah pada mulanya lama kelamaan mulai memihak kepada isteri mudanya.
Pertngkaran hebat yang terjadi memaksaLeman menceraikan Poniem. Sejak hari itu Poniem meninggalkan rumahnya dan merantau ke deli. Kegiatan perdagangan Leman mulai mengalami rugi, ditambah lagi dengan sikap tamak isteri yang baru. Barulah Leman menyedari, selama ini dia banyak terbantu oleh ketekunan Poniem dalam berdagang. Tapi nasi sudah menjadi bubur.
Poniem akhirnya menemukan jodoh barunya yang lebih memahami dan menghargainya, salah seorang dari pekerja di kedainya dahulu. Mereka memulai berdagang kembali dengan sedikit modal yang ada pada mereka. Usaha dagang mereka maju hingga mereka sanggup membeli rumah dan tanah.
Sementara itu Leman dan isteri mudanya semakin hari semakin jatuh miskin. Pertemuan kembali Leman dan Poniem benar-benar membuat Leman sadar. Satu kisah ketika Poniem memberikan beberapa logam uang kepada anaknya Leman benar2 menguras air mata. Begitulah…
Ketika anda membaca sinopsisnya jangan anda bayangkan dengan sinetron yang ada sekarang…jauh dari langit..tutur bahasa yang ditorehkan sang buya sangat rapi, manis dan menguras perasaan. Bagaimana kisah Poniem ketika merantau dan hidup dalam keprihatinan yang hidup dari biji jarak misalnya…sangat membawa kita ke dalam imaginasi yang dalam.

SUMBER ARTIKEL:
http://papahnyalazuward.wordpress.com/2008/04/02/merantau-ke-deli/



Kamis, 01 Maret 2012

TUAN DIREKTUR


Cover agak rusak, sisi atas dan bawah sobek
 terjual by jkt
Judul : TUAN DIREKTUR
Pengarang : HAMKA
DJETAKAN KE-EMPAT
Penerbit : DJAJAMURNI DJAKARTA.
MCMLXI/ 21 JANUARI 1961
Halaman 95
Soft  Cover, Kondisi LUMAYAN

PRICE: IDR 150.000,00

Isi dalam buku

Tuan Direktur, menceritakan dua suasana kemanusiaan manusia di Surabaya. Satunya yang serba rakus dan penuh penipuan dan sifat mereka sebagai pengejar masa kini yang hanya di depan mata. Melalui watak Jazuli serta penjilatnya Margono dan Haji Salmin. Sementara di satu sudut lagi diwakili oleh Pak Yasin, Haji Nawawi dan Fauzi. Melalui pelukisan watak kumpulan ini seakan-akan pengarang mengajak pembaca supaya meneliti satu sudut yang perlu diketahui di sebalik alam nyata. Alam rohani dan hubungannya dengan keakhiratan. Paling tidak terhadap pencipta dan tahu adab-adab kita dengan Khaliq. Punya jiwa yang bebas, merdeka dan kaya. Merasai sama keperitan golongan yang tidak bernasib baik.

Penulis kira sangat banyak pengajaran yang ingin disampaikan oleh HAMKA dalam novel ini. Dengan memulakan kisah hebatnya Jazuli yang membohongi keadaan sebenar serta sanggup menipu rakan kongsi yang digambarkan melalui menungan Haji Nawawi. Untuk kepuasan ditampilkan dua tokoh yang menjadi pengampu kepada ‘Tuan Direktur’ iaitu Margono dan Haji Salmin. Biar apa pun berlaku, sama ada rugi atau tidak perniagaan, pastinya Tuan Direktur tetap berpuas hati dengan segala pujian oleh mereka berdua.

Ketamakan dan kerakusan sentiasa menjadi pegangan hidup Jazuli sehingga sanggup menghabiskan wang yang begitu banyak untuk mendapatkan tanah Pak Yasin. Tokoh baik tonjolan pengarang. Hidup dalam keadaan sedarhana dan mempunyai pemikiran kebajikan. Digambarkan sebagai: “Seorang tua yang bertabiat anih, terlalu pemurah dan ramah tamah. Mendirikan rumah-rumah petak untuk dipersewakan, tetapi segenap penyewanya yang terdiri dari kalangan rendah itu, tidaklah memandangnya sebagai majikan atau tuan tanah tempat mereka menumpang, bahkan dianggap sebagai bapa. Kadang-kadang setelah wang sewa itu mereka berikan, mereka pinjam kembali untuk modal kerana miskinnya, dan belumlah pula pernah pinjaman mereka yang bertolak. Kerana itulah agaknya maka semakin segan dan patuh pula mereka terhadap Pak Yasin”. 

Pemikiran kebajikan bukan sahaja kepada tokoh Pak Yasin seorang, tetapi juga melalui saranan yang dikemukakan beliau terhadap seorang penjual soto yang masih muda, Taslim: “....dekat lebaran membangga kepada Pak Yasin dengan memperlihatkan pakaian yang baru dibelinya. Pak Yasin tertawa dan memuji. Tetapi setelah diketahui harga baju itu empat lipat dari baju yang biasa dipakainya, mukanya pun menjadi muram.... lebih baik engkau jual baju itu kembali, Taslim, beli empat helai baju lain, bagikan sehelai kepada Pak Dolah, Warsito, Pak Nor, kerana mereka itu sekarang ketiadaan wang untuk membeli meski agak sehelai di hari lebaran ini. Termenung Taslim, mulanya, tetapi kemudian perkataan itu termakan olehnya, sepetang itu juga dijualnnya baju itu kembali, iaitu baju wool yang telah lama diidam-idamkannya dan dibelinya empat helai baju putih biasa, diberikannya kepada ketiga
ketiga temannya itu.

Pengarang bukan sekadar melepaskan fakta tanpa kesimpulan, tetapi memperlihatkan suatu natijah baru hasil sifat yang pemurah. Lihat: Heran! Jangankan susut kegirangannya sebagai sangkanya bermula, bahkan semakin berbahagia rasa hatinya, demi menengok paras yang berseri-seri dari ketiga orang yang mendapat hadiah sekonyong-konyong itu”. 

Kenyataan ini memperlihatkan sikap bertanggungjawab pengarang yang bukan melepaskan persoalan begitu sahaja, tetapi menyelesaikannya dengan memperlihatkan kepuasan dari sudut kerohanian. Sesuatu yang jarang dan amat susah untuk dirasakan, tetapi diterapkan melalui kegembiraan yang dirasai oleh orang muda seperti Taslim. Bagi kita orang muda jarang dapat merasai begitu, tambah pula dengan lonjakan nafsu mudanya, namun pengarang telah mula menonjolkannya seakan-akan mahu supaya orang muda merasai sama nikmat keseronokan hasil dari pemikiran kebajikan.

SUMBER ARTIKEL:

Senin, 27 Februari 2012

BUMI MANUSIA


Buku tanpa cover depan
TERJUAL
Judul : BUMI MANUSIA
Karangan : Pramoedya Ananta Toer
Terbit pertama kali 1980, Hasta Mitra, Jakarta.
Halaman: 355
Cetakan kedua September 1980
Soft Cover, Kondisi Tak ada sampul depan (lumayan, isinya masih bagus)

Price: IDR. 50.000  (belum termasuk ongkos kirim)

Ketebalan buku


Tokoh Minke lahir pada 1880, tepat seratus tahun yang lalu jika dihitung sejak terbitnya novel Bumi Manusia (This Earth of Mankind) untuk pertama kali. Minke lahir di era kolonialisme Belanda sedang gencar-gencarnya menyedot kekayaan alam dan tenaga manusia Nusantara, hingga memasuki kurun 300 tahun, dihitung sejak VOC memasuki perairan Batavia dan mendirikan kantor dagang berupa loji yang digunakan sekaligus pangkalan laut.
     Van den Bosch dengan programnya yang tersohor: tanam paksa/ cultuurstelsel mulai bergulir pada 1830-an, Belanda usai meraih kemenangan dalam perang Jawa yang lebih termasyhur dengan perang Diponegoro. Program jenius si Bosch demi kejayaan Nederland Raya terus berlanjut dan semakin bervariasi tanaman-tanaman yang dibebankan pada kaum petani pribumi, hingga pada 1870 para petani harus menanami duapuluhlima persen dari lahannya dengan tanaman wajib, berupa vanili, tebu, kayu manis dan sebagainya sesuai permintaan pasar dunia. Dengan latar belakang keadaan pribumi yang tertindas seperti itulah, Pramoedya dalam buku ini mencoba menggelar kejadian di satu pojokan bumi manusia – manusia pribumi Jawa.
     Benarkah orang pribumi sudah demikian merosotnya sejak keruntuhan Majapahit yang perkasa hingga terpecah-belahnya Mataram Sultan Agung? Dan selanjutnya bangsa Eropa yang unggul ilmu pengetahuannya itu berhasil dengan mudahnya menguasai tanah Jawa, hingga mereka memerintah sebagai bangsa pemenang.
     Benarkah manusia Jawa yang gagah perwira di masa Majapahit itu kini sudah demikian rendah penguasaan ilmu pengetahuannya hingga menjadi bangsa kuli di antara bangsa-bangsa?
     Agama Islam sempat mencapai perkembangan yang mengagumkan di masa kerajaan Mataram Sultan Agung, karena di masa itu bangsa Barat belum sepenuhnya menguasai Nusantara. Masa keemasan penyebaran Islam di Jawa oleh sembilan orang wali (Walisongo) memang lancar dengan runtuhnya kerajaan Hindu-Buddha Majapahit menyerat serta terpecah-belahnya Nusantara menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Penyebaran agama baru itu pula yang mempercepat ambruknya Majapahit.
     Kerajaan Hindu-Buddha diwakili Majapahit berhasil menyatukan Nusantara, sedangkan kerajaan Islam cuma berhasil menguasai tanah Jawa, karena keburu masuknya bangsa-bangsa Eropa yang lebih kuat perlengkapan perangnya.
     Dengan Revolusi Agustus 1945 Nusantara dapat bersatu kembali dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pelarangan novel Bumi Manusia
Menurut editor Bumi Manusia, JI, pada 1980 buku ini sempat beredar bebas enam bulan hingga dilarang oleh Kejaksaan Agung dengan Surat Keputusan Nomor 052/JA/5/81 tanggal 29 Mei 1981 atas rekomendasi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sampai detik ini pelarangan itu belum dicabut. Alasan pelarangan pada 1980 itu, menurut pihak Kejaksaan Agung, “Isi buku Bumi Manusia dianggap menyebarkan paham terlarang di wilayah NKRI, paham Marxism-Leninism.”
     Dalam interogasinya di Kejagung JI membantah hal di atas dengan mengatakan, “Selama saya mengedit baris demi baris Bumi Manusia, saya tidak menjumpai Kamerad Marx dan Lenin ngumpet di balik titik atau koma dan di tempat lainnya.”
     Tokh buku yang telah diterjemahkan ke dalam lebih dari duapuluh bahasa itu tetap dilarang di masa kekuasaan Orde Baru. Setelah lengsernya Bapak Pembangunan Haji Muhammad Soeharto dan memasuki era Reformasi, maka pada 2001 penerbit Hasta Mitra mengedarkan kembali Bumi Manusia seri pembebasan tanpa menunggu pelarangan buku itu dicabut oleh yang berwenang. Saat ini hak pengedaran Bumi Manusia dipegang oleh Penerbit Lentera Dipantara milik keluarga Pramoedya A. Toer.

Para tokoh dalam Bumi Manusia
Kita kembali pada novel Bumi Manusia. “Orang memanggilku Minke….” Minke memperkenalkan namanya yang unik, layaknya pemuda memasuki masa dewasa. Ia seorang pelajar di HBS Surabaya. Minke pelajar pribumi yang cemerlang hingga usai ujian akhir sekolah kelak di HBS dinobatkan sebagai siswa terpandai nomor satu HBS Surabaya, dan nomor dua untuk seluruh Hindia Belanda. Prestasi siswa pribumi Jawa yang mengagumkan di masa itu. Di masa kekuasaan kolonial itu pribumi belum mungkin menjadi nomor satu seluruh Hindia Belanda….
     Tidak semua anak mampu boleh masuk sekolah tinggi, kecuali anak ningrat pribumi, atau anak pejabat pribumi yang boleh belajar di sekolah setingkat HBS. Kekecualian bagi anak totok Belanda dan peranakan yang disamakan dengan totok. Minke masuk HBS dengan dukungan neneknya, bupati Bojonegoro.
     Prestasinya dalam jurnalistik dengan nama samaran Max Tolenaar menulis untuk surat kabar di Jawa Timur. Guru sastranya yang liberal dan progresif memuji-mujinya sebagai siswa kebanggaannya selama karirnya sebagai guru sastra. Pribumi menulis untuk surat kabar di jaman itu? Luar biasa di jaman itu. Hal itu dimungkinkan bermodal nama samaran seorang peranakan ia mengumumkan dirinya, karena bagi peranakan masih layak peluang untuk menulis dalam surat kabar.
     Hasil penelitian residen Bojonegoro bahwa pribumi punya tingkat intelijensi sama derajat dibanding orang Belanda. Penelitian yang diilhami oleh teori asosiasi Dr. Snouck Hurgronje mempunyai thesis: dapatkah pribumi bersama-sama Belanda memerintah orang pribumi Hindia? Residen Bojonegoro sangat terkesan pada Minke, obyek penelitiannya.
     Perbedaan antara orang Belanda dan pribumi; orang Belanda datang sebagai penjajah dan penakluk sedangkan orang pribumi jadi taklukannya. Ketidakadilah berlaku di tanah jajahan manapun, bagi pribumi lebih jelas lagi mengejawantah dalam hukum bertingkat-tingkat yang berlaku di Hindia Belanda. Tingkat tertinggi Belanda totok, di bawahnya timur asing, dan paling bawah adalah pribumi. Pribumi di depan hukum selalu kalah melawan Belanda dan sebaliknya.
     Kisah Minke dengan kekasihnya Annelies di seputar kegiatan pabrik gula melibatkan Minke berhadapan dengan hukum yang dijalankan oleh pemerintah Hindia Belanda. Minke masih beruntung berkat previlium previgiatum (kekebalan hukum tingkat tertentu) yang dimilikinya, karena belajar di HBS Minke sederajat anak bupati. Annelies anak seorang administratur pabrik gula, Herman Mallema.
     Nyai Ontosoroh alias Sanikem berbangga hati anak gadisnya punya teman seorang pemuda yang belajar di HBS. Bersekolah di HBS berarti setelah lulus nanti akan menduduki jabatan tertentu dalam struktur pemerintah Hindia Belanda, atau meniti jenjang pendidikan yang lebih tinggi di Hindia Belanda atau di Nederland.
     Tahun 1900 di utara sana di negeri Tiongkok terjadi penumbangan dinasti Qing. Tiongkok memproklamirkan diri jadi Republik Tiongkok. Seorang dokter menjadi presiden pertama, yang tidak berkuasa efektif karena wilayah Tiongkok dikuasai oleh raja perang setempat.
     Philipina bangkit melawan penjajah Spanyol. Hindia Belanda adem-ayem terus......... 

SUMBER ARTIKEL:
http://www.hastamitra.net/2010/03/bumi-manusia-novel-pramoedya-yang.html


Isi dalam buku


Isi dalam yang bagian akhir, nampak ada KWATERNARIUS

TetralogyROMAN KARYA PULAU BURU

Cover belakang

Pramoedya Ananta Toer, pakai songkok kebangsaan Indonesia

Related Post

ShareThis