.

.
Tampilkan postingan dengan label Penerbit Djambatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penerbit Djambatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Februari 2014

Ziarah, sebuah novel, Iwan Simatupang. Penerbit Djambatan

Harga: Rp.200 rb (blum ongkir)
Kondisi: Lumayan eks Perpust
Cetakan ketiga 1983 
Tebal: 152 hal 
Penerbit djambatan

Di sebuah negeri yang bernama Kotapraja, terdapat seorang pelukis terkenal di seluruh negeri yang dibuat terkapar tidak berdaya alias shock dan trauma setelah ditinggal mati istrinya yang sangat dia cintai, istri yang dia kawini dalam perkawinan secara tiba-tiba. Suatu ketika Pelukis mencoba bunuh diri karena ketenaran karya lukisnya yang memikat semua orang dijagat bumi ini yang mengakibatkan ia memiliki banyak uang dan membuat dia bingung. Karena kebingungannya ini sang pelukis berniat bunuh diri dari lantai hotel dan ketika terjun dia menimpa seorang gadis cantik. Dan tanpa diduga pula sang pelukis langsung mengadakan hubungan jasmani dengan si gadis di atas jalan raya. Hal ini membuat orang-orang histeris dan akhirnya seorang brigadir polisi membawa mereka ke kantor catatan sipil dan mengawinkan mereka.
Pelukis merasa benar-benar kehilangan terutama saat dia tahu bahwa istrinya mati, pelukis pun langsung pergi ke kantor sipil guna mengurusi penguburan istrinya tetapi tak ada tanggapan positif dari pengusaha penguburan. Itu terjadi karena pelukis tak tahu apa-apa tentang istrinya. Yang dia tahu hanyalah kecintaannya pada istrinya. Sehingga mayat istrinya terkatung-katung karena tak memiliki surat penguburan yang sah. Pelukis pun menghilang ketika dicari walikota (diangkat menjadi walikota setelah walikota pertama gantung diri karena tak bisa memecahkan masalah mengundang pelukis saat akan ada kunjungan tamu asing) yang ikut menghadiri penguburan Istri pelukis.
Sampai akhirnya pengusaha penguburan itu menyesali perbuatannya dan dengan keputusan walikota akhirnya mayat istri pelukis dikuburkan. Sampai penguburan usai, sang pelukis tak kelihatan. Saat kembali ke gubuknya, dia melihat wanita tua kecil yang ternyata adalah ibu kandung dari istrinya. Bercerita panjang tentang masa lalunya yang suram dan sampai saat terakhir dia bertatapan dengan anaknya yang justru membuat dilema bagi si anak. Dan sesaat kemudian pelukis memandangi keadaan sekitar yang penuh karangan bunga, membuang bunga-bunga tersebut ke laut kemudian membakar gubuknya sampai habis. Beberapa bunga yang masih tersisa ia bawa ke kuburan istrinya. Ia titipkan karangan bunga pada centeng perkuburan. Ziarah tanpa melihat makam istrinya.
Setelah itu hidup pelukis semakin tak tentu arah. Ia seolah tak pernah percaya bahwa istrinya telah mati. Pagi harinya hanya digunakan untuk menunggu istrinya di tikungan entah tikungan mana dan malam harinya di tuangkan arak ke perutnya, memanggil Tuhannya, meneriakkan nama istrinya, menangis dan kemudian tertawa keras-keras. Hingga akhirnya datang opseter perkuburan yang meminta dia mengapur tembok perkuburan Kotapraja yang sebelumnya telah berbekas pamplet-pamplet polisi bahwa dia dicari.
Pelukis menerima tawaran itu dan esoknya ia mulai bekerja mengapur tembok perkuburan Kotapraja itu 5 jam berturut-turut tiap harinya, sedangkan opseter perkuburan mengintip dari rumah dinasnya. Pekerjaan baru Pelukis ini membawa perubahan tingkah laku pelukis sehingga membuat seluruh negeri geger. Hingga Walikota akan memberhentikan opseter perkuburan. Tetapi ketika mengantar surat pemberhentian kerja itu, Walikota malah mati sendiri karena kata-kata opseter tentang proporsi. Sebelumnya juga pernah terjadi kekacauan di negeri karena opseter pekuburan memakai rasionalisme dalam kerjanya dan hanya memberi instruksi kerja pada selembar kertas pada pegawainya.
Setelah beberapa hari pelukis mengapur tembok perkuburan, pada suatu hari dia bergegas pulang sebelum 5 jam berturut-turut. Opseter perkuburan heran kemudian mendatanginya dan ternyata pelukis ingin berhenti bekerja. Opseter kebingungan tetapi pelukis menjelaskan bahwa dia tahu maksud opseter memperkerjakannya. Bahwa selain untuk kepentingan opseter sendiri, opseter ingin pelukis menziarahi istrinya yang sudah tiada itu. Keesokan harinya opseter ditemukan gantung diri. Pekuburan geger, tetapi hanya sedikit sekali empati dari pegawai-pegawai pekuburan. Penguburan opseter berlangsung cepat. Setelah penguburan, pelukis bertemu maha guru dari opseter yang kemudian menceritakan riwayat opseter.
Pada akhirnya pelukis pergi ke balai kota untuk melamar menjadi opseter pekuburan agar ia dapat terus-menerus berziarah pada mayat-mayat manusia terutama pada mayat istrinya.

Rabu, 02 Januari 2013

DOKTER ZHIVAGO, DJILID 1, BORIS PASTERNAK

Buku Djilid 1

HARGA: Rp.100.000 (blum ongkir). JILID 1
Kondisi: Bagus 1960
Tebal: 269 hal

Tayangan ini kisahnya berawal dari seorang anak bernama Yury Zhivago (Hans Matheson), ia adalah seorang anak muda yang dikirim oleh ayahnya pada paman dan bibinya yang bernama Alexander Gromeko (Bill Paterson) dan Anna (Celia Imrie). Kebetulan ayahnya menanggung beban hukuman dari rekan kerjanya yang telah melakukan tindak korupsi.
Akhirnya Zhivago pun tumbuh dilingkungan paman dan bibinya. Suatu saat ia mempelajari bidang fisika dan seiring dengan waktu, ia pun merasa jatuh cinta pada sepupunya Tonya (Alexandra Maria Lara).
Namun pada suatu hari ia malahan bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Lara Guishar (Keira Knightley), wanita itulah yang akhirnya membuat dirinya terpesona.
Akan tetapi baru diketahui belakangan bahwa Lara itu merupakan kekasih dari anak rekan kerja ayah Zhivago yang korupsi.
Namun karena perasaan cintanya tersebut, akhirnya Zhivago pun dapat menikahi Tonya. Sementara Lara Menikah dengan Pasha Antipov (Kris Marshall).
Saat perang dunia pertama sedang berkecamuk, Zhivago pun kembali bertemu dengan Lara yang saat itu bekerja sebagai perawat sekaligus tengah mencari suaminya yang hilang. Akibat perang tersebut Zhivago nmenderita luka yang cukup parah. Untungnya Lara muncul dan merawat Zhivago hingga sembuh. Selama dalam perawatan Zhivago dan Lara saling jatuh cinta
Namun sayangnya saat perang dunia pertama selesai, Zhivago pun kembali pada Tonya. Dengan munculnya Revolusi Soviet, muncul hal tak terduga. Revolusi Soviet membuat daerah asal mereka berubah, terutama ketka Lara mengetahui bahwa suaminya tak tewas dan bahkan menjadi penguasa dari rezim baru. (And)

Selasa, 19 Juni 2012

Max Havelaar, atau Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda

Cover depan, tampak bercak2 hitam dan sisi kanan buku agak sedikit grimpis
TERJUAL BY JAKSEL
Harga: Rp.150.000 (blum ongkir)
Kondisi: Lumayan
Tebal: 359 halaman
Penerbit: Djambatan cetakan keenaam 1985
Berat: 0,32 Kg


Isi dalam buku masih terlihat bagus


Max Havelaar adalah sebuah novel karya Multatuli (nama pena yang digunakan penulis Belanda Eduard Douwes Dekker). Novel ini pertama kali terbit pada tahun 1860, yang diakui sebagai karya sastra Belanda yang sangat penting karena memelopori gaya tulisan baru.
Peran dalam literatur

Di Indonesia, karya ini sangat dihargai karena untuk pertama kalinya inilah karya yang dengan jelas dan lantang membeberkan nasib buruk rakyat yang dijajah. Max Havelaar bercerita tentang sistem tanam paksa yang menindas kaum bumiputra di daerah Lebak, Banten. Max Havelaar adalah karya besar yang diakui sebagai bagian dari karya sastra dunia. Di salah satu bagiannya memuat drama tentang Saijah dan Adinda yang sangat menyentuh hati pembaca, sehingga sering kali dikutip dan menjadi topik untuk dipentaskan di panggung.

Hermann Hesse dalam bukunya berjudul: Die Welt Bibliothek (Perpustakaan Dunia) memasukkan Max Havelaar dalam deret buku bacaan yang sangat dikaguminya. Bahkan Max Havelaar sekarang menjadi bacaan wajib di sekolah-sekolah di Belanda.
Terjemahan bahasa Indonesia

HB Jassin menerjemahkan Max Havelaar dari bahasa Belanda aslinya ke dalam bahasa Indonesia pada tahun 1972. Tahun 1973 buku tersebut dicetak ulang.

Pada tahun 1973 Jassin mendapat penghargaan dari Yayasan Prins Bernhard. Dia diundang untuk tinggal di Belanda selama satu tahun.
Adaptasi layar lebar

Novel ini diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar pada tahun 1976 oleh Fons Rademakers sebagai bagian dari kemitraan antara Belanda-Indonesia. Namun filmMax Havelaar tersebut tidak diperbolehkan untuk ditayangkan di Indonesia sampai tahun 1987.

Novel ini terbit dalam bahasa Belanda dengan judul asli "Max Havelaar, of de koffij-veilingen der Nederlandsche Handel-Maatschappij" (bahasa Indonesia: "Max Havelaar, atau Lelang Kopi Perusahaan Dagang Belanda")

Roman ini hanya ditulis oleh Multatuli dalam tempo sebulan pada tahun 1859 di sebuah losmen di Belgia. Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 1860 roman itu terbit untuk pertama kalinya


Halaman ke 2 isi dalam buku

Cover belakang

Related Post

ShareThis